Sumbawanews.com,- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan ancaman baru dari kemajuan komputasi kuantum yang berpotensi membongkar enkripsi data yang saat ini dianggap aman. Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo menjelaskan, peretas kini bisa mencuri data terenkripsi secara diam-diam dan menyimpannya untuk dibuka di masa depan, ketika teknologi komputasi kuantum sudah mampu menguraikan algoritma kriptografi yang digunakan saat ini. Strategi ini dikenal sebagai *harvest now, decrypt later*—di mana informasi sensitif dari layanan perbankan digital, komunikasi, hingga infrastruktur kritis menjadi sasaran pencurian. Albertus menekankan bahwa meskipun sistem enkripsi saat ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diretas dengan komputer klasik, komputasi kuantum berpotensi mempercepat proses itu menjadi hitungan jam. Ancaman ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis, mengingat sejumlah negara sedang berlomba mengembangkan teknologi kuantum secara rahasia untuk kepentingan keamanan dan intelijen. BSSN bersama kementerian terkait sedang mempersiapkan kesiapan nasional, termasuk pengembangan kriptografi tahan kuantum, demi menjaga kedaulatan digital Indonesia.














