Home Berita Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Korem 012/TU Sembelih Hewan Meugang

Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Korem 012/TU Sembelih Hewan Meugang

Meulaboh – Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Deni Gunawan, menyerahkan 3 ekor sapi kepada Ustad Aan untuk disembelih dalam rangka Meugang, sebuah tradisi Aceh menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H di halaman Masjid Al-Ikhlas Makorem 012/TU pada Sabtu (9/3/2024).
Didampingi Kasrem dan para Kasi Korem 012/TU, Danrem 012/TU menjelaskan bahwa tradisi meugang merupakan turun-temurun yang dipraktikkan masyarakat Aceh untuk menyambut bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Tradisi ini identik dengan pemotongan hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing, kemudian dimasak dan dinikmati bersama keluarga, kerabat, dan tetangga sebagai bentuk rasa syukur atas kemakmuran dan rezeki yang berlimpah.
“Kami selaku TNI yang berada di Aceh turut menyesuaikan dan menjunjung tinggi serta melestarikan kearifan lokal,” ujar Danrem 012/TU Kolonel Inf Deni Gunawan yang didampingi Kasrem dan para Kasi Korem 012/TU.
Danrem 012/TU juga menyampaikan ucapan Selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1445 H kepada Prajurit dan Persit jajaran Korem 012/TU serta masyarakat Barat Selatan Aceh yang beragama Muslim, seraya mengajak untuk saling memaafkan, sucikan hati, dan menjaga persatuan.
Prosesi pemotongan 3 ekor sapi dibantu oleh prajurit Makorem 012/TU, dengan harapan daging Meugang dapat bermanfaat bagi seluruh anggota Makorem 012/Teuku Umar dan Balak jajaran Korem 012/Teuku Umar serta keluarga besar Korem 012/TU. (*)
Previous articleTNI dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Kerakat Pringgabaya
Next articleMi6 Nilai Pasangan MOFIQ Bakal Jadi Harmoni Sempurna untuk Pilkada Kabupaten Sumbawa
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.