Moscow, sumbawanews.com – Juru bicara kementerian Luar negeri Federasi Rusia, Maria Zakharova, Jum’at (12/01) mengatakan, Menurut informasi, pada malam tanggal 12 Januari, koalisi internasional ilegal yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan rudal dan bom terhadap sejumlah sasaran di Yaman yang dikuasai oleh gerakan Houthi Ansar Allah. Secara khusus, terdapat laporan pemboman di area bandara Sanaa, Hodeidah dan Taiz, serta pelabuhan Midi di provinsi Hajjah.
Baca Juga: Redam Gejolak Laut Merah, Konflik Palestina-Israel Harus Disikapi Serius
Menanggapi serangan-serangan ini, Houthi mengumumkan niat mereka untuk melancarkan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran Amerika di wilayah tersebut. Kekhawatiran Rusia dibenarkan oleh posisi AS di Dewan Keamanan PBB mengenai Laut Merah – hanya dalih untuk semakin meningkatkan ketegangan di kawasan.
“Kami mengutuk keras tindakan Amerika Serikat dan sekutunya yang tidak bertanggung jawab ini,” ujar dia.
Menurutnya, Eskalasi militer skala besar di kawasan Laut Merah dapat membalikkan tren positif yang muncul baru-baru ini dalam proses penyelesaian Yaman. serta memicu destabilisasi situasi di seluruh kawasan Timur Tengah.
“Seperti yang kami peringatkan, untuk membenarkan agresi mereka , Anglo-Saxon mencoba menggunakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2722, yang diadopsi sehari sebelumnya dengan dalih menjamin keselamatan navigasi di Laut Merah,” katanya.
Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk keras serangan terhadap Yaman yang dilakukan oleh sekelompok negara tanpa mandat PBB. “Kami berangkat dari fakta bahwa petualangan kekuatan koalisi ilegal ini merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan global . Dipandu oleh pemahaman ini, kami menuntut segera diadakannya pertemuan Dewan Keamanan, yang darinya akan menyuarakan penilaian prinsip kami terhadap tindakan ilegal ini,” kata dia. (Using)