Gaza, sumbawanews.com – Juru Bicara Saraya al-Quds, Abu Hamzah, Sabtu (02/03) menyerukan agar negara Arab dan islam untuk mengikuti jejak Yaman, Lebanon dan Irak.
“Terutama mereka yang memiliki tentara, pesawat, dan artileri. Bukankah sudah waktunya bagi Anda untuk memobilisasi artileri Anda, mengikuti contoh kebebasan di Yaman, Lebanon, dan Irak,” katanya.
Ditegaskan, Saraya Al-Quds bisa melanjutkan perjuangan ini, tidak peduli berapa lama berlangsung. “Pesan kami kepada musuh dan pemimpin kelompok ini, Netanyahu, adalah bahwa masalah hari berikutnya di Gaza hanya ditentukan oleh perlawanan Palestina,” ujar dia.
Baca Juga: Upaya Damai Rusia-Ukraina Gagal, Erdoğan: Komunitas Internasional Hanya Bisa Membayar Hutangnya Melalui Pendirian Negara Palestina
Ia mengatakan, Biarkan Ramadhan menjadi bulan teror dan kegelisahan bagi pendudukan, dan menyerukan hari pertama Ramadhan menjadi mobilisasi global di semua arena. “Serang pos pemeriksaan, hadapi musuh, dan tingkatkan serangan,” kata dia.
Diyakini, bangsa yang bersatu akan mencapai hal yang mustahil. Serta menjadikan Ramadhan sebagai hari bersejarah untuk menghilangkan rasa malu dan mengancam keberadaan entitas musuh dan arogansi global.
Ia menegaskan, Saraya Al-Quds tidak akan menghentikan perlawanan sampai pendudukan menarik diri dari Gaza dan seluruh Palestina. Dan Selama beberapa hari terakhir, telah melakukan berbagai misi tempur melawan pasukan pendudukan.
“Kami mendeklarasikan kelanjutan pertempuran Badai Al-Aqsa berdasarkan kesatuan arena di Gaza, Lebanon, Irak, dan Yaman,” ucap dia. (Using)