Home Berita Olah Raga Visi Tajam, Garuda Lebih Cepat: Seminar JEC Ungkap Kunci Performa Pemain Sepak...

Visi Tajam, Garuda Lebih Cepat: Seminar JEC Ungkap Kunci Performa Pemain Sepak Bola

Sumbawanews.com,- Pada Rabu, 28 Oktober 2026, RS Mata JEC di Kedoya, Jakarta, menjadi tuan rumah seminar inovatif bertajuk “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda”. Acara yang menghadirkan para pelatih, pengurus SSB, pemain, dan pakar medis ini mengungkap bahwa performa atlet sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik atau taktik, tapi juga oleh ketajaman visual yang prima. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para ahli menekankan bahwa deteksi dini gangguan penglihatan sejak usia dini adalah fondasi mutlak untuk mencetak generasi pemain berdaya saing global.

Salah satu fokus utama seminar adalah fenomena *crossed laterality*—kondisi di mana mata dominan pemain berlawanan dengan kaki atau tangan dominannya. Data dari jurnal *Frontiers in Physiology* (2018) menunjukkan bahwa 53% pemain elite mengalami kondisi ini, jauh lebih tinggi dibandingkan atlet amatir. Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC, menjelaskan bahwa pemetaan dominansi visual ini memungkinkan pelatih menyusun program latihan yang lebih presisi. “Memahami hubungan antara dominansi mata dan koordinasi gerak membuka jalan bagi pembinaan yang lebih terarah sesuai karakteristik dan posisi pemain,” ujarnya.

Coach Indra Sjafri, pelatih yang membawa Timnas Indonesia meraih emas SEA Games 2023, menegaskan bahwa kecerdasan bermain lahir dari penglihatan yang tajam. “Sepak bola butuh kolaborasi multidisiplin. Pelatih harus terbuka belajar dari medis agar pembinaan punya dasar yang lebih lengkap,” katanya. Ia menambahkan bahwa kemampuan membaca permainan, mencari ruang kosong, dan mengambil keputusan cepat sangat bergantung pada kualitas penglihatan.

Dukungan ilmiah datang pula dari dr. Tommy Desky, dokter dan analis sepak bola, yang menyoroti pentingnya kebiasaan *scanning*—memindai situasi lapangan sebelum bola tiba. Menurutnya, kebiasaan ini bisa dilatih sejak dini di SSB, bahkan dengan alat sederhana seperti cone atau penanda di rumput. Fungsi visual seperti *static visual acuity* dan *dynamic visual acuity*, ditunjang oleh refleks vestibulo-ocular yang menjaga stabilitas pandangan saat bergerak cepat, menjadi penentu ketahanan fokus di tengah tekanan pertandingan.

JEC Eye Hospitals and Clinics, yang telah berpengalaman lebih dari empat dekade, siap mendukung upaya ini dengan layanan komprehensif: bedah refraktif (LASIK/SMILE pro), Children Eye & Strabismus Center, hingga neuro-oftalmologi. Dengan jaringan 17 fasilitas di sembilan kota, JEC berkomitmen menjadikan kesehatan visual sebagai prioritas utama dalam pembinaan sepak bola nasional. Sinergi antara sains medis dan strategi olahraga ini diyakini akan menjadi pilar baru dalam melahirkan generasi Garuda yang lebih tajam, lincah, dan siap bersaing di kancah dunia.

Previous articleMotoGP Qatar 2026 Terbelah: 19 Pembalap Tuntut Pembatalan, Yamaha Mundur
Next articleCristiano Ronaldo Dicoret dari Skuad Al Nassr di Tashkent, Postecoglu Pilih Istirahatkan Bintang