Sumbawanews.com,- Pada musim 2026-2027, klub-klub Vietnam mengalami performa buruk di kompetisi antarklub Asia, membuat negara itu terpuruk di peringkat 16 klasemen AFC Club Competitions dengan hanya 3.133 poin—jauh di belakang Indonesia yang mengumpulkan 3.950 poin dan Malaysia dengan 4.500 poin. Dua wakil Vietnam, Cong An Ha Noi dan The Cong-Viettel, gagal meraih kemenangan signifikan: Cong An Ha Noi berada di peringkat 14 AFC Champions League 2026-2027 wilayah timur dengan nol poin dari dua kekalahan, sementara The Cong-Viettel hanya mampu meraih satu poin dari dua laga di grup E AFC Champions League 2. Media Vietnam, Soha vn, menyoroti kegagalan berulang ini sebagai tanda krisis struktural dalam sepak bola klub negara itu. Sebaliknya, Persib Bandung menjadi penopang utama kebangkitan Indonesia di kancah Asia, tetap tak terkalahkan di babak penyisihan Piala AFC, sementara Johor Darul Ta’zim mempertahankan dominasi Malaysia sebagai peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Di tengah kelesuan Vietnam dan Thailand—yang keempat wakilnya juga gagal meraih poin konsisten—investasi besar Persib dengan skuad berisi 11 pemain asing dan naturalisasi kunci seperti Eliano Reijnders, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Ragnar Oratmangoen semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru sepak bola klub regional.















