Sumbawanews.com,- Veda Ega Pratama, remaja 17 tahun asal Indonesia, finis runner-up di balapan Moto3 Malaysia 2026 pada Minggu, 1 November, di Sirkuit Sepang, menjadi pencapaian tertinggi dalam debut musim pertamanya. Memulai dari posisi kedelapan, Veda tampil impresif dengan naik ke podium setelah menyalip sejumlah lawan dan finis di belakang Maximo Quiles. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memuji performa luar biasa sang pembalap, menyebutnya sebagai hasil dari kerja keras dan kendali balapan yang matang hingga lap terakhir.
“Kedua pembalap [Honda] menyuguhkan balapan yang luar biasa, menunjukkan kerja keras dan tekad yang kuat untuk meraih poin-poin penting. Veda bersaing di kelompok terdepan sejak awal dan mengendalikan jalannya balapan dengan sangat baik hingga akhir,” ujar Aoyama. Ia menambahkan, “Beberapa lap terakhir, dia memiliki kesempatan untuk memacu kendaraan dan melakukan manuver, dan dia berhasil mengamankan posisi kedua dengan gemilang. Penampilan yang sungguh fantastis.”
Kepedulian Aoyama terhadap perkembangan Veda terlihat jelas saat ia tak bisa menahan air mata usai balapan. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, mantan pembalap MotoGP itu terlihat mengedipkan mata dan menyeka air mata dengan tangan kanan saat berjalan menuju area parc ferme untuk menyambut Veda. Emosi itu bukan sekadar kebanggaan sebagai manajer, tapi juga pengakuan atas perjuangan seorang pemuda muda yang membawa nama Indonesia ke papan atas balapan dunia.
Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama kini menduduki peringkat ketujuh dalam klasemen pembalap Moto3 2026 dengan 131 poin, tertinggal sembilan poin dari Marco Morelli yang berada di posisi keenam. Prestasi ini menjadi titik balik sejarah bagi balap motor Indonesia, sekaligus bukti bahwa talenta muda Tanah Air mampu bersaing di level internasional.















