Sumbawanews.com,- Liga Inggris kembali diterpa badai kontroversi VAR setelah sejumlah keputusan krusial memicu kemarahan klub, pemain, dan pelatih. Dalam pertandingan antara Manchester City vs Manchester United pada September 2026, gol Erling Haaland sempat dianulir karena dianggap offside, padahal tayangan ulang menunjukkan Patrick Dorgu membuatnya berada dalam posisi onside. Meski gol akhirnya disahkan, VAR gagal meninjau posisi offside Enzo Fernandez yang berada di depan Haaland saat bola dilepaskan—padahal menurut ProRef, VAR seharusnya merekomendasikan peninjauan ulang. Di pertandingan lain, Liverpool dikalahkan 1-2 oleh Tottenham pada Oktober 2023 setelah gol Luis Diaz dianulir karena kesalahan interpretasi oleh petugas VAR Darren England, yang keliru menganggap wasit Simon Hooper telah mengonfirmasi gol, padahal tayangan ulang membuktikan Diaz onside akibat posisi Cristian Romero. Di laga Wolves vs Manchester United pada Agustus 2023, wasit Simon Hooper dan VAR Michael Salisbury gagal memberikan penalti meski Andre Onana bertabrakan dengan Sasa Kalajdzic di kotak penalti tanpa menyentuh bola, sebuah keputusan yang kemudian diakui salah oleh mantan pimpinan PGMOL Jon Moss, yang meminta maaf secara resmi kepada pelatih Gary O’Neil dan mengakibatkan para ofisial tersebut tidak ditugaskan di laga berikutnya. Sejak diperkenalkan pada musim 2019/2020, VAR diharapkan meminimalkan kesalahan wasit dalam menentukan gol, penalti, kartu merah, dan pelanggaran kritis—namun serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa teknologi itu justru sering menjadi sumber ketidakadilan, bukan solusi.
Home Berita Olah Raga VAR Liga Inggris Kembali Jadi Bahan Perdebatan, Empat Kontroversi Memicu Kemarahan Klub















