Sumbawanews.com,- Tujuh pemain sepak bola Eropa—Sem Scheperman, Kiernan Dewsbury-Hall, Mikel Jauregizar, Ferdy Druijf, Josh Brownhill, Ethan Wheatley, dan Iggy Houben—secara tegas membantah rumor bahwa mereka memiliki darah keturunan Malaysia, menyusul gelombang spekulasi di media sosial yang sempat memicu harapan fans Malaysia akan naturalisasi mereka. Pernyataan mereka muncul setelah sejumlah akun online mengklaim para pemain ini berpotensi memperkuat timnas Malaysia, atau “Harimau Malaya”, namun semua menegaskan kewarganegaraan dan asal-usul keluarga mereka murni Eropa. Reaksi publik Malaysia pun bervariasi, dari kekecewaan hingga cemoohan, setelah klaim tersebut terbukti tidak berdasar.
Sem Scheperman, pemain berusia 24 tahun asal Belanda, menegaskan bahwa cerita tentang neneknya dari Malaysia hanyalah lelucon belaka. Ia menolak tegas keterkaitan apapun dengan Malaysia, menyebut rumor itu sebagai hoaks yang menyesatkan. Kiernan Dewsbury-Hall dari Everton pun tak kalah tegas; dalam wawancara dengan Stadium Astro, ia menyatakan, “Sejauh yang saya tahu, saya tidak memiliki keturunan Malaysia,” dan meminta maaf jika harapan para penggemar Malaysia terbentur kenyataan. Mikel Jauregizar dari Athletic Bilbao menyebut rumor itu “bohong” dan mengaku heran mengapa dirinya dikaitkan dengan Malaysia, sementara Ferdy Druijf dari Almere City menegaskan, “Saya benar-benar orang Belanda,” dan menolak segala kemungkinan naturalisasi.
Josh Brownhill, gelandang asal Inggris yang kini bermain di Arab Saudi, juga merespons dengan jelas: “Satu-satunya kewarganegaraan saya adalah Inggris,” dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Ethan Wheatley, mantan akademi Manchester United dan kini bermain untuk Lincoln City, menegaskan bahwa laporan yang menyebutnya memiliki darah Malaysia atau Indonesia adalah “salah”, dan ia adalah warga Inggris murni. Terakhir, Iggy Houben dari Jong PSV menutup daftar dengan pernyataan tegas: “Keluarga kami seratus persen orang Limburg,” merujuk pada wilayah di Belanda, dan menolak semua klaim yang mengaitkannya dengan Malaysia.
Rumor yang awalnya beredar di media sosial, terutama Instagram, ternyata berasal dari akun-akun tidak resmi yang mengolah informasi keliru. Klarifikasi dari para pemain ini tidak hanya menutup spekulasi, tetapi juga mengungkap kembali kerentanan fans terhadap informasi yang tidak diverifikasi. Timnas Malaysia kembali menjadi bahan ejekan di jagat maya, sementara para pemain Eropa itu kembali fokus pada karier klub mereka di liga-liga utama Eropa.















