Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia U-20 harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Senin (31/8), di Stadion Nasional Laos. Hasil itu membuat Garuda Muda mengumpulkan satu poin, sehingga laga kontra Laos pada Kamis (3/9) menjadi penentu nasib mereka untuk tetap bertahan di jalur lolos ke putaran final. Indonesia wajib menang atas tuan rumah Laos untuk menjaga peluang finis di dua besar grup, sekaligus memperbesar kans menjadi salah satu runner-up terbaik dari delapan grup.
Jika menang atas Laos, Indonesia akan mengoleksi empat poin sebelum menghadapi Australia pada Minggu (6/9). Kemenangan lagi atas Australia akan mengantarkan mereka ke tujuh poin—angka yang hampir pasti menjamin lolos, baik sebagai juara grup maupun runner-up terbaik. Alternatif lain, jika menang atas Laos dan bermain imbang melawan Australia, Indonesia akan menghimpun lima poin—cukup untuk bersaing di posisi dua besar. Namun, jika menang atas Laos tapi kalah dari Australia, koleksi poin tetap empat, dan peluang lolos akan sangat bergantung pada hasil pertandingan antara Malaysia dan perolehan runner-up dari grup lain. Kemenangan telak atas Laos pun menjadi strategi penting untuk memperkuat selisih gol dalam perburuan runner-up terbaik.
Meski dominan, terutama di babak kedua, Indonesia gagal mengonversi peluang menjadi gol. Welber Jardim melepaskan tembakan pada menit ke-65 yang melebar, sementara Rafi Rasyiq beberapa kali mendapat peluang emas, termasuk saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Malaysia. Peluang terdekat datang pada menit ke-79, ketika kiper Malaysia Faez Iqhwan salah mengoper bola, membiarkan bola melambung di depan gawangnya. Irpan Abadi menyambutnya dengan sundulan, namun bola masih melambung tipis di atas mistar. Tekanan terus dilancarkan hingga peluit akhir, tapi tak ada gol yang tercipta.
Dalam format kualifikasi ini, delapan juara grup dan tujuh runner-up terbaik akan lolos ke putaran final. China, sebagai tuan rumah, sudah otomatis lolos, sehingga hanya satu tim runner-up yang akan tersingkir dari delapan grup. Dengan demikian, setiap poin dan selisih gol menjadi sangat krusial bagi Indonesia dalam perjuangan menuju Asia.















