Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia berencana memperkuat skuad dengan mendatangkan delapan pemain keturunan Indonesia yang kini berkarier di liga-liga Eropa, menyusul gelar juara Piala ASEAN FIFA 2026. Rencana ini diungkap media Vietnam Dan Tri pada Jumat, 16 Oktober 2026, sebagai bagian dari strategi menghadapi Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia 2030. Delapan nama yang disebut mencakup pemain dari klub-klub top seperti Arsenal, Brighton & Hove Albion, dan Fenerbahce. Pelatih John Herdman diketahui masih memantau potensi naturalisasi tersebut, meski belum ada keputusan resmi.
Di antara delapan calon naturalisasi, Tristan Schenkhuizen, gelandang 22 tahun dari VVV-Venlo, menjadi nama pertama yang disebut. Di posisi yang sama, Julian Oerip dari AZ Alkmaar juga masuk daftar. Di lini belakang, Jenson Seelt, bek tengah 23 tahun yang dipinjamkan dari Sunderland ke Swansea City, dinilai memiliki postur ideal (192 cm) untuk memperkuat pertahanan. Tristan Gooijer, bek 22 tahun dari Lommel SK di Belgia, juga masuk dalam daftar calon, setelah sebelumnya bermain di Ajax Amsterdam.
Di sektor serang, striker Dean Zandbergen, 25 tahun, yang kini membela Dinamo Bucuresti di Rumania, menjadi salah satu opsi utama. Di lini tengah, Demiane Agustien, gelandang muda 19 tahun dari Arsenal U-21, menjadi sorotan karena darah keturunan Indonesia dan sebelumnya sudah dikaitkan dengan proses naturalisasi. Dua nama paling mencolok adalah Pascal Struijk, bek kanan 25 tahun yang kini bermain untuk Brighton & Hove Albion di Liga Inggris, dan Jayden Oosterwolde, pemain sayap 22 tahun yang memperkuat Fenerbahce di Turki.
Media Vietnam menyoroti ambisi besar PSSI untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level Asia, menyusul keberhasilan meraih gelar Piala ASEAN 2026. John Herdman, pelatih asal Inggris, terbuka terhadap kemungkinan kedatangan wajah baru dalam beberapa bulan mendatang, meski proses naturalisasi tetap menunggu prosedur administratif dan persetujuan FIFA. Daftar ini belum final, namun menjadi indikasi kuat bahwa Timnas Garuda sedang membangun fondasi jangka panjang untuk bersaing di kancah Asia.















