Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia harus meraih banyak gol saat menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10), demi mengalahkan selisih gol Malaysia dan melangkah ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026. Meski sudah tersingkir dari turnamen, Bangladesh berjanji tampil habis-habisan, siap bertarung demi kehormatan negara, keluarga, dan federasi. Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, menegaskan timnya tidak datang untuk berlibur, melainkan untuk berjuang melawan lawan yang jauh lebih tinggi peringkatnya. Ia menekankan pentingnya permainan terkontrol, menolak gaya sepak bola panjang yang membuat pemainnya kehilangan bola dan menghabiskan hampir 8.000 meter dari total 10.000 meter lari per pemain hanya untuk mengejar bola.
Dooley mengakui timnya mengalami peningkatan signifikan setelah kalah 0-3 dari Malaysia dan kemudian 0-1 dari Singapura. Ia percaya bahwa perkembangan tim lahir dari kesalahan yang diperbaiki dan taktik yang berhasil membangun kepercayaan diri. Meski mengakui Indonesia lebih kuat, Dooley menolak menganggap lawan sebagai lawan yang mudah. Ia meminta para pemainnya bermain dengan bola, bukan sekadar mengejar bola — strategi yang menurutnya menjadi kunci pertumbuhan tim. Statistik laga sebelumnya menunjukkan rata-rata pemain Bangladesh berlari hingga 9.500–10.000 meter per pertandingan, namun sebagian besar energi terbuang sia-sia karena gaya permainan yang tidak efisien.
Dengan kebutuhan mendesak untuk mencetak banyak gol, Timnas Indonesia tidak bisa mengandalkan keunggulan peringkat semata. Bangladesh, meski dianggap underdog, siap memperlihatkan perubahan taktis dan semangat juang yang bisa mengganggu rencana tuan rumah. Pertandingan ini bukan hanya soal lolos ke final, tapi juga ujian ketahanan mental dan kecerdasan taktis kedua tim di bawah tekanan turnamen.















