Sumbawanews.com,- Usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa langsung tampil di klub masing-masing, dengan performa beragam di berbagai liga. Dean James, yang membela Go Ahead Eagles di Eredivisie, mencatatkan assist pada menit ke-50 saat menghadapi Sparta Rotterdam pada 10 Oktober. Umpannya kepada Mathis Suray membuahkan gol penyama kedudukan 1-1, sebelum laga berakhir imbang 3-3.
Di pertandingan berbeda pada 11 Oktober, Justin Hubner tampil penuh 90 menit saat Fortuna Sittard bermain imbang 1-1 melawan FC Twente. Pemain 22 tahun itu mendapat rating 7,2 dari FotMob, sementara rekan satu timnya, Ole Romeny, tidak diturunkan sama sekali. Di sisi lain, Nathan Tjoe-A-On bermain 81 menit untuk Willem II dalam kekalahan 1-3 dari FC Utrecht pada hari yang sama.
Mees Hilgers kembali masuk daftar susunan pemain SC Heerenveen setelah masa pemulihan cedera panjang, meski hanya duduk di bangku cadangan. Sementara itu, Maarten Paes masih belum mendapat kesempatan utama di Ajax Amsterdam, di mana Marc ter Stegen tetap menjadi penjaga gawang utama dalam laga melawan NEC Nijmegen pada 11 Oktober.
Di Liga Prancis, Calvin Verdonk mendapat kesempatan 17 menit saat LOSC Lille mengalahkan Le Havre 1-0 pada 10 Oktober. Ia masuk menggantikan Romain Perraud pada menit ke-73 dan tampil sempurna: 23 sentuhan, 100% akurasi umpan dan bola panjang, serta empat aksi bertahan. Kemenangan ini mengamankan posisi kedua Lille di klasemen, di belakang AS Monaco.
Di kasta kedua Liga Inggris, Elkan Baggott tidak masuk skuad Millwall saat timnya menang 1-0 atas Preston pada 10 Oktober. Sementara itu, Jay Idzes masih dalam masa pemulihan cedera paha dan tidak bermain saat Sassuolo imbang 1-1 melawan AC Milan pada 11 Oktober — kondisi yang juga membuatnya absen di turnamen ASEAN Cup 2026.
Di Liga Belgia, Joey Pelupessy tidak masuk daftar pemain SK Lommel saat mengalahkan SK Beveren 3-1 pada 10 Oktober. Di Spanyol, Emil Audero seharusnya menjadi starter Rayo Vallecano melawan Athletic Bilbao, tetapi laga dihentikan akibat protes massal suporter yang melemparkan ribuan pesawat kertas, bola, kelereng, dan kursi ke lapangan. Aksi tersebut ditujukan kepada presiden klub, Raul Martin Presa.















