Sumbawanews.com,- Gelandang Persib Bandung Thom Haye mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait fasilitas latihan dan pemulihan yang dinilainya belum memadai, di tengah jadwal pertandingan yang semakin padat pada musim 2026/2027. Sebagai juara bertahan Super League tiga musim berturut-turut (2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026), Persib kini harus menjalani agenda ganda di domestik dan Asia, termasuk ajang Shopee Cup dan AFC Champions League Two, tanpa dukungan infrastruktur yang sepadan. Haye menekankan bahwa pemain terus dipaksa berjuang habis-habisan, sementara waktu pemulihan terbatas dan stadion kandang, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), masih dalam perawatan, memaksa tim berpindah-pindah lokasi pertandingan.
Haye, yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia, mengaku bangga dengan pencapaian tim, termasuk langkah jauh Persib di kompetisi Asia musim lalu. Namun, ia mempertanyakan apakah prestasi itu diimbangi dengan dukungan layak. “Apakah kami benar-benar mendapatkan penghargaan yang pantas atas hal itu? Tidak,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa tidak ada peningkatan fasilitas sejak musim-musim sebelumnya, bahkan kondisinya semakin memburuk dengan tidak adanya akses ke GBLA dan perjalanan jauh yang tak berhenti.
Kondisi ini semakin terlihat setelah laga imbang 2-2 melawan Dewa United, di mana sejumlah pemain ditarik keluar karena kelelahan, padahal hanya dua hari sebelumnya Persib harus kembali bertanding melawan The Cong Viettel di ACL 2. “Satu-satunya fokus kami saat ini adalah berusaha tetap bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir mustahil,” kata Haye. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih melakukan latihan pemulihan di fasilitas milik rekan setimnya, Marc Klok, daripada di pusat latihan klub. “Di klub, saya tidak bisa memulihkan kondisi,” tegasnya.
Sorotan Haye menjadi peringatan keras bagi manajemen Persib di tengah ambisi mempertahankan dominasi domestik sekaligus bersaing di level Asia. Tanpa peningkatan serius pada fasilitas pemulihan dan logistik, beban fisik yang terus bertambah berisiko merusak kesehatan pemain dan menggerogoti konsistensi performa tim.















