Sumbawanews.com,- Kapten timnas Thailand, Chanatip Songkrasin, mengakui bahwa Timnas Indonesia telah mengalami transformasi signifikan menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Minggu (4/10). Pemain berusia 32 tahun itu, yang telah bertemu skuad Garuda sebanyak enam kali di berbagai ajang, menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan pesat tim lawan, terutama dengan dominasi pemain naturalisasi dalam skuad 23 orang.
Dari 23 pemain yang dipanggil, 17 di antaranya adalah naturalisasi—sebuah perubahan struktural yang menurut Songkrasin memperkuat daya saing Indonesia secara fisik dan teknis. “Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga-liga dengan level yang tinggi,” ujarnya dalam jumpa pers jelang laga. Ia menambahkan, semua negara di ASEAN kini telah berkembang pesat, membuat persaingan semakin ketat.
Songkrasin, yang akrab dipanggil Jay, memiliki catatan pribadi yang mengesankan melawan Indonesia: dua gol dan satu assist. Kedua golnya lahir di leg pertama final Piala AFF 2020, saat Thailand menang 4-0 di Jakarta, sementara assist-nya tercipta di leg kedua final Piala AFF 2016. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Januari 2022, ketika Thailand menang agregat 6-2 setelah leg kedua berakhir 2-2.
Kini, setelah hampir empat tahun, Songkrasin menyatakan kegembiraannya atas kesempatan kembali menghadapi Indonesia. “Saya merasa senang, bahkan sangat senang, akhirnya besok bisa kembali menghadapi mereka setelah kami menunggu cukup lama untuk bertemu lagi,” katanya. Laga ini bukan sekadar pertandingan, tapi ujian bagi kedua tim yang sama-sama berambisi meraih gelar tertinggi di Asia Tenggara.















