Sumbawanews.com,- Pengamat sepakbola Yusuf Kurniawan meminta suporter menghentikan sorakan yang membuat pemain Timnas Indonesia tidak nyaman, menyusul insiden saat laga Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 28 September 2026. Kapten tim, Kevin Diks, secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas teriakan suporter yang menggemakan nama Shin Tae-yong usai pertandingan. Bung Yuke—sapaan akrab Yusuf Kurniawan—menegaskan bahwa meski yel-yel adalah bagian dari budaya suporter, ia tidak bisa diterima jika mengganggu konsentrasi dan emosi pemain yang baru saja berjuang habis-habisan di lapangan.
Bung Yuke menekankan bahwa Shin Tae-yong tidak akan kembali melatih Timnas Indonesia, sehingga upaya suporter untuk mengingatnya justru dianggap tidak relevan dan berpotensi merusak atmosfer positif yang sedang dibangun oleh pelatih baru, John Herdman. Ia menyerukan agar dukungan suporter sepenuhnya diarahkan kepada Herdman dan skuad saat ini, yang sedang berproses menuju Piala Asia. “Kita harus jadi penonton yang dewasa. Ini bukan soal kritik taktik, tapi soal rasa hormat terhadap kerja keras pemain yang baru saja bermain dengan 10 orang,” ujarnya dalam Podcast Locker Room yang tayang di YouTube Official Okezone, Rabu, 30 September 2026.
Ia juga menolak tajam perbandingan antara Shin Tae-yong dan John Herdman, meski mengakui pencapaian besar Shin selama menangani Timnas Indonesia dari 2020 hingga 2025. “Hormati prestasinya, tapi jangan jadikan itu senjata untuk meruntuhkan upaya baru. Shin sudah nyaman di Persija, dan jangan sampai ia terkena sentimen publik yang tidak adil,” tegasnya. Bung Yuke menambahkan bahwa teriakan yang ditujukan kepada Shin justru terasa seperti sarkasme terhadap Herdman, yang justru membuat pemain—bukan pelatih—menjadi korban.
Dengan Timnas Indonesia baru saja mencatat sejarah naik ke peringkat 117 dunia dalam peringkat FIFA, Bung Yuke menegaskan bahwa ekosistem suporter yang positif adalah kunci keberlanjutan kemajuan tim. “Targetnya Piala Asia. Jangan sampai karena yel-yel yang tidak tepat waktu, pemain jadi enggan lagi membela Garuda,” pungkasnya.















