Home Berita Olah Raga Shayne Pattynama Terpencil di Persija, Publik Tanya: Mengapa Tak Main?

Shayne Pattynama Terpencil di Persija, Publik Tanya: Mengapa Tak Main?

Sumbawanews.com,- Pemain Persija Jakarta, Shayne Pattynama, kembali duduk di bangku cadangan saat timnya bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan dalam laga I.League Cup 2026/2027, Selasa (3/11/2026), di Stadion Utama Sumatra Utara. Meski masuk dalam daftar susunan pemain, bek sayap kiri berusia 28 tahun itu tidak mendapat menit bermain sama sekali, sementara Pratama Arhan tampil full 90 menit dan Dony Tri Pamungkas masuk menggantikan pada menit ke-67. Pemandangan Shayne yang terlihat berlatih sendirian usai laga memicu spekulasi luas di kalangan suporter, mengingat ia belum pernah tampil dalam delapan pertandingan Super League 2026/2027 meski dalam kondisi fisik prima—terbukti dari perannya sebagai penendang penalti di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih Shin Tae-yong belum memberikan penjelasan resmi selain menyatakan bahwa susunan pemain disesuaikan dengan kebutuhan strategis tim. Shayne sendiri belum memberikan pernyataan publik, hanya mengunggah kata “sabar” di Instagram Story, sementara kemungkinan ia meminta pinjaman ke klub lain mulai menguat mengingat kontraknya masih berlaku hingga Juni 2028.

Sejak awal musim, Shayne menjadi salah satu nama paling kontroversial di Persija. Meski pernah disebut Shin Tae-yong sebagai opsi utama untuk Piala Liga Indonesia, kenyataannya ia justru terus terpencil dari skuad inti. Padahal, ia bukan pemain yang cedera atau tidak siap—fisiknya teruji di level internasional, dan pengalaman di liga Eropa bersama Viking FK menjadi aset yang seharusnya dimanfaatkan. Kehilangan kesempatan bermain di kompetisi domestik justru mengancam relevansinya di tim nasional, terutama mengingat kompetisi di posisi bek sayap kiri semakin ketat.

Sementara itu, isu lain yang menghangat di kancah sepak bola Indonesia adalah keputusan Jayden Oosterwolde yang menunda pilihan kewarganegaraan. Bek berdarah Indonesia itu masih mempertimbangkan antara mewakili Suriname atau Indonesia, dengan persoalan administrasi paspor menjadi penghambat utama. Meski pernah membuka kemungkinan memilih Timnas Indonesia, keputusan akhirnya belum diumumkan, meninggalkan harapan bagi PSSI agar ia tetap mempertimbangkan Garuda.

Dua isu ini—ketidakjelasan peran Shayne di Persija dan ketidakpastian masa depan Jayden di tim nasional—menggambarkan dinamika kompleks dalam pengembangan pemain berbakat berdarah Indonesia. Publik menunggu kejelasan, bukan hanya dari manajemen klub, tapi juga dari tim pelatih nasional yang harus memastikan talenta-talenta seperti ini tidak terbuang sia-sia.

Previous articleJJ Gabriel Siap Pindah ke Real Madrid, MU Konfirmasi Tak Ada Negosiasi