Sumbawanews.com,- Pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, Como 1907 membantai Manchester United 4-1 di markasnya, Stadio Giuseppe Sinigaglia, dalam matchday ketiga League Phase Liga Champions 2026/2027. Gol-gol Como dicetak oleh Nico Paz (menit ke-23 dan ke-67), Anastasios Douvikas (menit ke-45+1), dan Jacobo Ramon (menit ke-78), sementara Joshua Zirkzee memperkecil kedudukan MU di menit ke-90+3. Presiden Como, Mirwan Suwarso, terlihat tersenyum lebar di tribun, menjadi simbol kebanggaan atas keberhasilan tim yang ia pimpin sejak diambil alih pada 2019.
Kemenangan telak ini bukan sekadar hasil keberuntungan, tapi puncak dari transformasi luar biasa. Ketika Mirwan dan konsorsium pengusaha Indonesia mengambil alih Como pada 2019, klub itu masih berjuang di Serie D—kasta keempat sepak bola Italia. Kini, hanya tujuh tahun kemudian, Como telah menembus Liga Champions dan menghancurkan salah satu raksasa Eropa dengan performa dominan dan taktis matang. Nico Paz tampil sebagai bintang, mencetak dua gol sekaligus menjadi penghubung utama dalam serangan tim, sementara Douvikas dan Ramon menuntaskan pesta gol dengan presisi dingin.
Kekalahan ini memperdalam krisis Manchester United yang sudah berlarut-larut. Kekalahan 1-4 di kandang lawan menjadi kekalahan terburuk mereka dalam sejarah Liga Champions sejak 2018, dan memperbesar tekanan terhadap pelatih Michael Carrick. Sementara itu, di sisi lain, senyum Mirwan Suwarso yang viral di media sosial bukan sekadar ekspresi kegembiraan—ia adalah simbol perjalanan panjang, kerja keras, dan visi jangka panjang yang berhasil mengubah klub kecil menjadi kekuatan baru di peta sepak bola Eropa.
Perubahan Como bukan hanya soal uang, tapi tentang manajemen berkelanjutan, pembinaan pemain muda, dan keberanian membangun identitas baru. Dari Serie D hingga mengalahkan Manchester United—ini bukan dongeng. Ini adalah kenyataan yang ditulis oleh para pemain, staf, dan seorang presiden Indonesia yang percaya bahwa mimpi bisa dibangun, satu langkah demi satu langkah.















