Sumbawanews.com,- Toni Kroos menyatakan kepindahan Rodri dari Manchester City ke Barcelona bukan kabar baik bagi Real Madrid, menyusul kesepakatan senilai 76,5 juta euro yang telah dicapai dan proses tes medis yang kini sedang berlangsung. Mantan gelandang Madrid itu mengakui kekhawatirannya terhadap penguatan lini tengah Barca, yang kini diprediksi akan jauh lebih sulit dihadapi tanpa kehadiran Rodri di pihak lawan. Kroos, yang baru saja pensiun dari sepak bola profesional, menilai keputusan Madrid untuk mundur dari perburuan Rodri—meski sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan City dan pemain—adalah kesalahan strategis yang berdampak besar pada persaingan gelar LaLiga 2026/2027. Ia bahkan secara terbuka mengakui rasa takutnya melihat kemampuan Rodri dalam mengontrol ritme permainan, melindungi pertahanan, dan mendikte tempo, yang menurutnya akan mengubah keseimbangan kompetisi.
Kehadiran Rodri di Camp Nou dianggap sebagai solusi tepat bagi Barcelona yang sedang berburu gelandang bertahan andal setelah masa kejayaan Sergio Busquets berakhir. Sementara itu, Real Madrid kini harus menghadapi realitas baru: lini tengah mereka yang sudah kehilangan Kroos dan Luka Modric, kini berpotensi semakin rapuh tanpa kehadiran sosok yang mampu menggantikan peran Rodri sebagai pengatur serangan sekaligus benteng pertahanan. Kroos, yang dikenal tak pernah memuji Barca secara terbuka, mengaku tidak biasa mengomentari rivalnya—namun kali ini ia tak bisa diam. “Saya bukan tipe orang yang suka membicarakan Barca, saya tidak suka mereka, tapi ada satu titik di mana Anda benar-benar takut dengan apa yang terjadi,” ujarnya kepada Tribuna.
Kesepakatan antara Rodri dan Barcelona kini tinggal menunggu penandatanganan kontrak resmi, setelah semua aspek teknis dan medis selesai. Sementara itu, spekulasi tentang keputusan Madrid yang tiba-tiba mundur dari negosiasi masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat. Bagi Kroos, ini bukan sekadar kehilangan satu pemain—tapi kehilangan kesempatan untuk menjaga keseimbangan kekuatan di LaLiga. Dengan Rodri kini mengenakan seragam biru-granat, Real Madrid harus siap menghadapi tantangan baru di musim mendatang: lawan yang lebih kuat, lebih terstruktur, dan lebih sulit dikalahkan.















