Home Berita Olah Raga Ribuan Balon Pisang Guncang Anfield, Tradisi City Kembali Menggema

Ribuan Balon Pisang Guncang Anfield, Tradisi City Kembali Menggema

Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 11 Oktober 2026, ribuan balon pisang menghiasi tribune tandang Anfield saat Manchester City menghadapi Liverpool, menghidupkan kembali salah satu tradisi paling ikonik dalam sejarah suporter klub. Aksi simbolis ini terjadi di tengah gelombang kontroversi yang melanda City, menyusul pengumuman putusan komisi independen terkait 115 dakwaan yang membelit klub—hasil dari pemeriksaan selama tiga bulan setelah penantian lebih dari dua tahun.

Tradisi balon pisang bermula pada 1987, ketika seorang suporter bernama Frank Newton membawa balon pisang berukuran 1,5 meter ke Maine Road, markas lama Manchester City, saat menghadapi Plymouth Argyle. Julukan “Imre Banana” untuk mantan pemain Imre Varadi—yang mencatatkan 31 gol dalam 81 penampilan—menjadi akar dari simbol ini. Saat itu, City baru saja terdegradasi ke Divisi Dua, dan suporter merespons krisis dengan kreativitas penuh humor: balon pisang pun menjadi alat protes sekaligus identitas kebanggaan.

Sejak saat itu, tradisi ini berkembang menjadi fenomena global di kalangan pendukung City. Di laga-laga tandang, termasuk perjalanan legendaris ke Stoke City pada Boxing Day, ribuan balon pisang menjadi pemandangan wajib yang membedakan suporter City dari yang lain. Di Anfield, meski disambut sorakan panas dari pendukung tuan rumah, para penggemar City tetap mempertahankan ritual ini sebagai bentuk ketahanan budaya dan kebanggaan akan sejarah mereka.

Pertandingan ini bukan sekadar laga antara dua raksasa Premier League, tapi juga momen di mana sejarah, emosi, dan identitas suporter bertemu dalam satu ruang—dengan warna kuning cerah yang mengambang di udara Anfield, mengingatkan semua orang: City tidak hanya bertahan, tapi tetap berdiri dengan caranya sendiri.

Previous articleLiverpool vs Manchester City: Duel Rivalitas di Anfield, City Masih Tak Terkalahkan