Home Berita Olah Raga Real Madrid Kembali Buktiikan Mental Juara dengan Remontada 4-3 atas Roma

Real Madrid Kembali Buktiikan Mental Juara dengan Remontada 4-3 atas Roma

Sumbawanews.com,- Pada dini hari Kamis, 15 Oktober 2026, Real Madrid membalikkan kekalahan 1-3 menjadi kemenangan 4-3 atas AS Roma di Stadio Olimpico, Roma, dalam lanjutan Matchday 2 Liga Champions 2026/2027. Tragedi yang hampir terjadi berubah menjadi legenda ketika Los Blancos mencetak tiga gol dalam tujuh menit—dari sepak pojok—untuk menyelamatkan diri dari kekalahan memalukan. Kemenangan ini memperkuat citra tim sebagai tim dengan DNA juara Eropa, sekaligus memicu perdebatan: apakah keajaiban mental semacam ini masih bisa menjamin trofi di musim ini?

Real Madrid, pengoleksi 15 gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah, memang terbiasa bangkit dari jurang kekalahan. Namun, dua musim terakhir mereka gagal meraih trofi utama di ajang tersebut. Kemenangan atas FIFA Intercontinental Cup dan Supercopa de Espana pada 2025/2026 tidak cukup membendung kekhawatiran bahwa keajaiban ini mungkin sudah mulai kehabisan bahan bakar.

Kemenangan di Roma bukan hasil dari permainan kolektif yang mengalir, melainkan andalan kualitas individu. Tiga gol penentu—dari sepak pojok—dibuat oleh Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham, masing-masing mencetak satu gol. Sementara itu, Thibaut Courtois menjadi benteng terakhir yang menyelamatkan gawang dari serangan Roma yang agresif. Performa tim masih terlihat kaku, mirip era Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso, tanpa perubahan signifikan dalam sistem permainan.

Pelatih Jose Mourinho, yang kembali menangani Real Madrid, belum punya waktu cukup untuk menanamkan filosofi barunya. Ia dikenal pragmatis, bukan pencipta permainan indah. Namun, kepiawaian Mourinho justru terlihat di luar lapangan. Setelah kemenangan 1-0 atas Villarreal di Liga Spanyol, ia memboikot konferensi pers, mengklaim takut salah bicara menjelang El Clásico melawan Barcelona. Setelah mengalahkan Roma, ia kembali mengalihkan sorotan dengan menyerang keputusan RFEF yang memberi sanksi empat laga kepada Vinícius Júnior akibat kartu merah melawan Villarreal. “Mereka tidak bisa mengumumkannya besok pagi, tapi dua jam sebelum pertandingan?” sindirnya, mempertanyakan timing hukuman tersebut.

Sementara fans Roma membentangkan spanduk besar bertuliskan nama Mourinho, Real Madrid justru menikmati keajaiban yang kembali terulang—bukan karena taktik, tapi karena keberanian, kualitas individu, dan sejarah yang tak terbantahkan. Diario AS menulis: “Real Madrid’s immortality strikes again in stunning comeback against Roma.” Pertanyaannya kini: apakah keajaiban ini cukup untuk membawa mereka ke puncak Liga Champions, atau hanya sekadar pelarian sementara dari kenyataan bahwa tim ini sudah kehilangan kekuatan kolektifnya?

Previous articleTNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Next articleEnzo Fernandez Dorong Wasit Hingga Terjatuh, Man City Kalah 2-4 dari PSG