Sumbawanews.com,- Mantan pemain tim nasional Swiss dan eks bek Cagliari serta Tottenham Hotspur, Ramon Vega, secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai presiden FIFA, menantang incumbent Gianni Infantino dalam pemilihan yang akan datang. Pria 55 tahun itu, yang pernah mencetak dua gol dari 23 penampilan bersama tim nasional Swiss, mengaku ingin memulihkan kepercayaan global terhadap institusi sepak bola tertinggi setelah serangkaian skandal yang melanda kepemimpinan Infantino. Vega, yang sebelumnya pernah mencoba mencalonkan diri pada 2015 dan 2019 namun gagal meraih dukungan minimal dari lima federasi anggota FIFA, kali ini menawarkan visi reformasi berkelanjutan dan demokratisasi olahraga. Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan milik presiden atau institusi, melainkan milik seluruh komunitas—dari pemain, pelatih, wasit, hingga suporter dan sukarelawan.
Vega memulai karier profesionalnya di Eropa pada musim 1996-1997 bersama Cagliari di Serie A, sebelum pindah ke Tottenham Hotspur. Karier klubnya berlanjut di Celtic, Watford, dan US Créteil sebelum pensiun pada 2003. Sementara itu, Infantino, yang juga berasal dari Swiss, terus menghadapi tekanan akibat kegagalan dalam upaya menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta, serta kritik terhadap transparansi dan tata kelola FIFA. Dengan latar belakang sebagai mantan pesepak bola dan pengalaman hidup di berbagai liga Eropa, Vega berusaha membangun citra sebagai figur yang lebih dekat dengan akar sepak bola, bukan birokrasi.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis Football Italia pada 9 Oktober 2026, Vega menekankan tiga pilar utama visinya: menyatukan keluarga sepak bola global, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, dan membangun kembali kredibilitas yang telah lama pudar. Ia menolak narasi bahwa kepemimpinan FIFA adalah monopoli elit, dan menyerukan sistem yang lebih inklusif, di mana suara komunitas lokal dan federasi kecil tidak lagi diabaikan. Meski tantangan untuk meraih dukungan dari 211 federasi anggota FIFA tetap sangat berat, Vega percaya bahwa kekosongan kepercayaan di tubuh FIFA membuka ruang bagi perubahan.
Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada tahun depan, dan hingga kini, Vega tetap satu-satunya calon yang secara terbuka menyatakan niat menantang Infantino. Jika berhasil, ia akan menjadi presiden FIFA pertama yang berasal dari latar belakang pemain bertahan dan bukan dari dunia administrasi atau hukum.















