Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia mencatatkan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah unggul agregat dari Malaysia. Kemenangan spektakuler ini menarik perhatian serius pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, yang menyebut pertandingan itu keluar dari tren ketat sepak bola Asia Tenggara. Hudson mengakui bahwa dua laga sebelumnya Indonesia—melawan Malaysia dan Singapura—berjalan sengit dan seimbang, namun ledakan sembilan gol ke gawang Bangladesh membuka mata timnya akan potensi serangan mematikan skuad Garuda jika diberi ruang bebas. Ia menegaskan, lini belakang Thailand wajib belajar dari kekalahan ini agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di final mendatang.
Hudson, pelatih berpaspor Inggris yang dikenal analitis, menyoroti perbedaan drastis antara pola permainan Indonesia di laga sebelumnya dengan performa memukau melawan Bangladesh. “Pertandingan terakhir Indonesia melawan Bangladesh sedikit berbeda dari laga pada umumnya,” ujarnya dalam unggahan Instagram Changsuek pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencetak sembilan gol bukan sekadar hasil keberuntungan, melainkan bukti bahwa tim asuhan John Herdman mampu mengubah dinamika pertandingan menjadi serangan berkelanjutan saat lawan kehilangan keseimbangan defensif.
Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Indonesia ke final, tetapi juga memicu diskusi di kalangan pengamat tentang kebijakan waktu tambahan. Mantan wasit FIFA Subkhiddin Mohd Salleh mengungkapkan dugaan miskomunikasi setelah waktu tambahan di laga Indonesia vs Bangladesh berubah dari 2 menit menjadi 7 menit. Ia menilai perubahan itu tidak sesuai prosedur standar, meski tidak mempertanyakan integritas hasil pertandingan.
Dengan performa ofensif yang memukau dan tekanan psikologis yang mulai menghantui lawan-lawan potensial, Timnas Indonesia kini menjadi tim yang harus diwaspadai. Final FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian sejati: apakah kegilaan gol melawan Bangladesh adalah puncak kejutan, atau awal dari dominasi baru di kancah sepak bola Asia Tenggara.















