Sumbawanews.com,- Persija Jakarta terpaksa menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10) dalam matchday keenam Liga 1 2026/2027, karena kandang resminya di Jakarta masih belum bisa digunakan. Meski sanksi larangan bermain di Jakarta dan sekitarnya telah dicabut PSSI setelah manajemen berhasil mengajukan banding, dua stadion utama—Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium—masih tidak tersedia. SUGBK diprioritaskan untuk konser musik, sementara JIS masih dalam perbaikan lapangan pasca-event besar.
Pelatih Shin Tae Yong menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini dalam jumpa pers sehari sebelum laga, Selasa (20/10). “Secara pribadi, saya merasa sangat menyayangkan sebuah tim profesional tidak bisa memainkan laga kandangnya di stadion kandang mereka sendiri,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tim tuan rumah seharusnya mampu menyajikan pertandingan terbaik di hadapan suporter sendiri, dan pertandingan ini seharusnya digelar di Jakarta.
Kiper utama Persija, Nadeo Argawinata, turut menyatakan rasa sedih atas keterpaksaan tim untuk terus mengungsi. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pemain siap berjuang habis-habisan demi tiga poin di Bekasi. “Sangat disayangkan pastinya kami tidak bisa main di Jakarta karena mungkin ada satu dan lain hal. Tapi di mana pun kami bermain, saya yakin tim ini akan berjuang semaksimal mungkin untuk memberikan hasil terbaik bagi Persija.”
Laga ini menjadi ujian mental bagi Persija, yang harus tetap fokus meski tanpa dukungan langsung dari ribuan suporter di markas besar mereka. Arema FC, yang datang sebagai tamu, siap menghadapi tantangan di stadion netral yang penuh tekanan psikologis ini.















