Sumbawanews.com,- Persib Bandung mempertahankan posisi teratas di Grup E Liga Champions Asia 2 2026/2027 usai meraih tiga kemenangan berturut-turut dalam tiga laga pertama. Pangeran Biru menang 1-0 atas FC Seoul pada 16 September, menang 1-0 melawan The Cong-Viettel pada 15 Oktober, dan menang 2-0 atas Melbourne Victory pada 29 Oktober. Dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, Persib unggul selisih gol dan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di fase grup.
Kemenangan Persib atas FC Seoul dicetak oleh Mariano Peralta pada menit ke-37, sementara gol-gol melawan The Cong-Viettel dan Melbourne Victory masing-masing dicetak oleh dua pemain berbeda: satu oleh pemain yang mencetak gol pada menit ke-22 dan satu lagi pada menit ke-68 melawan The Cong-Viettel, serta dua gol oleh dua pemain berbeda pada menit ke-15 dan ke-52 saat menghadapi Melbourne Victory. Performa konsisten ini membuat Persib berpeluang besar mengamankan tiket babak gugur jika mampu meraih tiga poin dari laga tandang melawan Melbourne Victory pada 4 November 2026 pukul 14.45 WIB.
Di posisi kedua, Melbourne Victory mengumpulkan empat poin dari tiga laga, dengan satu menang, satu imbang, dan satu kalah. Mereka berbagi angka 1-1 melawan The Cong-Viettel pada 16 September, menang 3-0 atas FC Seoul pada 15 Oktober, dan kalah 0-2 dari Persib pada 29 Oktober. FC Seoul berada di peringkat tiga dengan tiga poin, sementara The Cong-Viettel masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya satu poin dari satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Laga terakhir Persib di fase grup akan berlangsung pada 14 Desember 2026, ketika mereka menjamu The Cong-Viettel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Sebelumnya, pada 26 November, Persib akan bertemu kembali dengan FC Seoul dalam laga kandang. Sementara itu, Melbourne Victory akan menghadapi The Cong-Viettel pada 26 November dan FC Seoul pada 14 Desember, menentukan nasib tim-tim lain di grup ini.
Dengan keunggulan poin dan performa defensif yang solid—belum kebobolan sama sekali dalam tiga laga—Persib Bandung kini menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang masih bertahan sebagai pemimpin grup di ajang ini, dan menjadi harapan terbesar perwakilan Indonesia untuk melangkah ke babak gugur.















