Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia masih punya peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 meski kini berada di posisi kedua Grup A dengan empat poin, sama dengan pemimpin klasemen, Malaysia. Skuad Garuda unggul selisih gol +2, sedangkan Malaysia unggul +3, sehingga kemenangan biasa atas Bangladesh pada laga terakhir fase grup tidak cukup—Indonesia wajib menang dengan selisih gol besar untuk menggeser Malaysia ke puncak. Pertandingan terakhir Grup A antara Indonesia dan Bangladesh akan menentukan nasib perjalanan tim asuhan John Herdman menuju partai puncak, karena hanya juara grup yang berhak langsung melangkah ke final, sementara runner-up harus bertarung di babak perebutan tempat ketiga.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memuji semangat juang tim setelah laga imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026, meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37. “Alhamdulillah pemain-pemain kita punya fighting spirit yang luar biasa. Dengan kekurangan satu pemain, sampai akhir mereka berjuang habis-habisan,” ujar Erick. Ia menekankan bahwa kritik publik adalah bagian dari dinamika sepak bola, namun tim tidak boleh meremehkan Bangladesh, yang dianggap sebagai lawan berbahaya meski dianggap sebagai tim underdog.
Prediksi terkini menunjukkan peluang Indonesia menang atas Bangladesh sebesar 63,29 persen, tetapi angka itu tidak menjamin kelolosan. Satu-satunya jalan menuju final adalah menang dengan selisih gol minimal tiga, sekaligus mengandalkan hasil pertandingan lain di grup yang menguntungkan. Dengan segala risiko, Erick menegaskan: “Peluang untuk bisa meraih gelar juara bagi Timnas Indonesia masih ada. Dengan segala risiko, kita harus berjuang.”















