Sumbawanews.com,- Borneo FC mengonfirmasi mundurnya One Taguig FC dari AFC Challenge League 2026-2027, menyusul surat resmi dari AFC bernomor DSWJ/SMG/AB/KR/rk yang diterima pada Jumat, 16 Oktober 2026. Keputusan itu mengubah komposisi Grup D, yang kini hanya tersisa tiga tim: Borneo FC (Indonesia), Tainan City (Taiwan), dan Yangon United (Myanmar). Pertandingan grup akan berlangsung terpusat di Stadion Segiri, Samarinda, dengan dua tim teratas berhak melaju ke perempatfinal.
One Taguig FC, runner-up Liga 1 Filipina 2025-2026, sebelumnya dikabarkan sedang mempersiapkan diri untuk tampil di ajang AFC Challenge League, bahkan telah menjalani pemusatan latihan di Bali. Namun, klub yang berdiri pada Februari 2024 itu gagal bertahan di Liga 1 Filipina 2026-2027 akibat masalah finansial, dan akhirnya memutuskan untuk tidak berkompetisi sama sekali di level Asia. Hingga kini, belum jelas apakah keputusan mundur berasal dari pihak klub atau hasil pencoretan oleh AFC.
Bagi Borneo FC, kepergian One Taguig berdampak strategis. Meski kehilangan peluang meraih tiga poin langsung dari laga lawan, skuad asuhan Mauro Jeronimo mendapat relaksasi jadwal yang padat. Sebelumnya, mereka harus menjalani empat kompetisi dalam waktu singkat dengan jadwal bertanding setiap tiga hari sekali. Namun, mundurnya One Taguig juga berarti Borneo FC kehilangan kesempatan menambah poin koefisien Liga Indonesia—setiap kemenangan di AFC Challenge League memberikan 750 poin bagi asosiasi negara asal klub.
Sekarang, fokus Borneo FC beralih ke dua laga tersisa di Grup D: melawan Yangon United pada Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, dan Tainan City pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Kedua pertandingan akan menjadi ujian berat untuk memastikan lolos ke perempatfinal, sekaligus memperkuat posisi koefisien Liga Indonesia di kancah Asia.















