Home Berita Olah Raga MU Gagal Lagi, Tekanan pada Carrick Meningkat Usai Kalah 0-3 dari Bournemouth

MU Gagal Lagi, Tekanan pada Carrick Meningkat Usai Kalah 0-3 dari Bournemouth

Sumbawanews.com,- Manchester United kembali mengalami kekalahan telak, kali ini 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, pada pertandingan yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026). Kekalahan ini memperdalam krisis kepercayaan terhadap manajer sementara Michael Carrick, setelah sebelumnya tim asuhan Carrick tumbang 1-4 dari Como dalam laga Liga Champions. Gol-gol kemenangan Bournemouth dicetak oleh Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson, sementara para pemain MU disoraki saat meninggalkan lapangan dalam keadaan kecewa.

Tekanan terhadap Carrick semakin memuncak, dengan Sky Sports menyebut Eddie Howe dan Julian Nagelsmann sebagai dua kandidat terdepan yang bisa menggantikannya. Howe, yang kini tidak menangani klub mana pun setelah berpisah dengan Newcastle United pada musim panas lalu, kembali menjadi sorotan berkat pujian legendaris Sir Alex Ferguson. Dalam wawancara tahun 2021 dengan SPORTbible, Ferguson memuji Howe atas kemampuannya membangun Bournemouth meski sempat terdegradasi. “Untuk manajer muda, Eddie Howe menjalani periode yang luar biasa di Bournemouth. Saya rasa dia bekerja dengan sangat baik. Meskipun timnya terdegradasi, bukan berarti dia bukan manajer yang bagus. Menurut saya, dia adalah manajer yang bagus,” ujar Ferguson.

Ferguson juga menyebut Scott Parker, yang saat itu menangani Fulham, sebagai contoh manajer yang konsisten menjaga filosofi permainan meski dihadapkan pada tekanan. “Mereka tidak mengubah pendekatan dan tidak panik. Mereka tetap berpegang pada keyakinan manajer mereka. Itu indikasi bagus tentang kualitas sang manajer,” tambahnya.

Di sisi lain, mantan kapten Liverpool Jamie Carragher menyerukan tindakan segera. Dalam komentarnya di Sky Sports, Carragher tegas menyatakan: “Michael Carrick harus dibebastugaskan malam ini. Bukan hanya demi kebaikan Manchester United, tetapi juga demi kebaikan Michael Carrick sendiri. Situasinya sudah tidak bisa dipertahankan.”

Dengan hasil buruk beruntun dan kepercayaan suporter yang terus menurun, Manchester United kini berada di persimpangan jalan. Kepastian tentang masa depan Carrick dan arah baru tim menjadi tuntutan mendesak dari seluruh pihak yang peduli pada masa depan klub.

Previous articlePersija Menang 2-1 Atas Persik, Ridho: Kami Berjuang di Lapangan Buruk
Next articleLiga Putri Kembali Bergulir, Shafira Ika Putri Soroti Masa Depan Sepak Bola Wanita Indonesia