Home Berita Olah Raga Mourinho Menangis di Olimpico, Real Madrid Menang Dramatis 4-3

Mourinho Menangis di Olimpico, Real Madrid Menang Dramatis 4-3

Sumbawanews.com,- Jose Mourinho kembali ke Stadion Olimpico pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB, dalam laga Liga Champions 2026/2027 antara AS Roma dan Real Madrid, dan menerima sambutan hangat dari para suporter Roma yang menyanyikan namanya serta membentangkan spanduk penghormatan. Tim tamu, Real Madrid, menang 4-3 dalam pertandingan yang berakhir dramatis dengan tiga gol dalam tujuh menit terakhir. Ini adalah kunjungan pertama Mourinho ke markas lamanya sejak meninggalkan Roma pada Januari 2024. Setelah pertandingan, ia membalas kehangatan itu lewat unggahan Instagram, menulis: “Ketika momen-momen terbaik dalam perjalanan karier yang panjang bukanlah gol atau kemenangan, melainkan emosi yang hanya bisa saya balas dengan rasa syukur yang tulus. Terima kasih, Roma. Terima kasih, para pendukung Roma. Emosi dan rasa syukur yang abadi untuk kalian. Jose.”

Mourinho memimpin Roma selama dua setengah tahun, membawa klub ibu kota Italia meraih gelar pertamanya di kompetisi Eropa pada musim 2021/2022 lewat trofi UEFA Europa Conference League. Musim berikutnya, ia membawa Roma hingga final Liga Europa 2022/2023, sebelum kalah dalam adu penalti dari Sevilla. Meski perpisahannya dengan klub pada Januari 2024 tergolong mendadak, ikatan emosionalnya dengan para suporter tetap utuh, terbukti dari sambutan meriah yang diberikan saat ia kembali ke Olimpico.

Real Madrid, yang kini dilatih Mourinho, mencetak gol pertama melalui Vinícius Júnior pada menit ke-23, dijawab oleh Lorenzo Pellegrini pada menit ke-37. Roma unggul 2-1 setelah goal Nicolò Zaniolo pada menit ke-52, sebelum Karim Benzema menyamakan kedudukan di menit ke-68. Laga berubah total dalam tujuh menit terakhir: Jude Bellingham mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-83, diikuti oleh Rodrygo pada menit ke-86, dan Federico Valverde pada menit ke-90+2. Gol-gol tersebut mengubah kekalahan menjadi kemenangan dramatis bagi Los Blancos.

Penghormatan yang diberikan suporter Roma kepada Mourinho menjadi bukti bahwa keberhasilan seorang pelatih tak selalu diukur dari trofi, tapi dari kenangan yang ditinggalkan. Di tengah hiruk-pikuk gol dan kemenangan, momen paling berarti malah tercipta di luar lapangan — dalam tangis, sorak, dan spanduk yang berbicara lebih keras daripada apapun yang terukir di papan skor.

Previous articleSudarmajin, Calon Kades Benete Nomor Urut 4 yang Dikenal Aktif Mendukung Kegiatan Pemuda dan Olahraga
Next articleGol Pojok Spektakuler Pennanen Goyang Onana di Conference League