Sumbawanews.com,- Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang berusia 58 tahun, mulai menjadi sorotan menjelang berakhirnya kontraknya pada 28 Februari 2027, setelah Piala Asia 2027. Spekulasi muncul bahwa ia berpeluang beralih ke level klub Eropa, dengan Sint-Truidense VV di Liga Belgia sebagai kandidat terkuat. Klub yang dimiliki perusahaan Jepang, DMM.com, dikenal rutin merekrut pemain dari Negeri Sakura, termasuk Wataru Endo, Takahiro Tomiyasu, dan Zion Suzuki—faktor yang diyakini bisa menjadi daya tarik utama bagi Moriyasu.
Menurut laporan media Malaysia Scoop, Moriyasu lebih tertarik menangani klub ketimbang melatih tim nasional negara lain. Kepala eksekutif Sint-Truidense, Takayuki Tateishi, disebut telah lama tertarik merekrutnya dan bahkan pernah menawarkan kesempatan itu setelah Piala Dunia 2022. Kedekatan budaya dan sejarah kerja sama antara klub dan sepak bola Jepang dianggap sebagai keunggulan strategis yang bisa memudahkan transisi Moriyasu ke manajemen klub di Eropa.
Meski demikian, belum ada pengumuman resmi dari pihak Sint-Truidense maupun Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Moriyasu masih terikat kontrak hingga awal 2027, dan fokusnya saat ini tetap pada persiapan Timnas Jepang menghadapi Piala Asia 2027. Kabar tentang kemungkinan hengkangnya masih sebatas spekulasi, namun minat dari klub Belgia itu membuat masa depan pelatih berjuluk “Samurai Biru” semakin menarik untuk diikuti.
Ketertarikan Sint-Truidense terhadap Moriyasu bukan tanpa alasan. Klub ini telah membuktikan komitmennya terhadap integrasi pemain Jepang dalam skuad, sekaligus menunjukkan kestabilan manajemen yang mendukung pelatih asing dengan latar belakang Asia. Jika Moriyasu memutuskan berpindah, ia akan menjadi salah satu pelatih Jepang paling berpengalaman yang menangani klub top Eropa—sebuah langkah bersejarah yang bisa membuka pintu bagi generasi pelatih Asia berikutnya.















