Sumbawanews.com,- Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya sebagai otak permainan AC Milan saat timnya menang telak 3-0 atas Lecce dalam lanjutan Serie A, Jumat, 29 Agustus 2025, di Stadion Via del Mare, Lecce. Performa impresif gelandang asal Kroasia itu menjadi kunci keberhasilan Rossoneri menguasai tempo permainan, memecah blok pertahanan rapat lawan, dan memicu serangan mematikan yang berbuah tiga gol.
Modric, yang sebelumnya dikritik usai penampilan kurang meyakinkan melawan Lazio dan Juventus, bangkit dengan permainan penuh kontrol dan visi. Ia mampu menemukan ruang di antara lini tengah Lecce, mengalirkan bola dengan presisi, dan menjadi titik transisi utama dalam serangan Milan. Kehadiran Adrien Rabiot di lini tengah memberikan perlindungan strategis, memungkinkan Modric bermain lebih bebas tanpa tekanan berlebihan. Analis Italia Carlo Pellegatti membandingkan peran Modric dengan seorang aktor utama yang butuh pengawal — dan Rabiot, bersama struktur baru di bawah pelatih Ruben Amorim, berhasil menjadi pelindung idealnya.
Tiga gol Milan dicetak oleh pemain berbeda: Olivier Giroud membuka keunggulan pada menit ke-23, Rafael Leão memperlebar keunggulan pada menit ke-57, dan Christian Pulisic menutup kemenangan pada menit ke-82. Tidak ada gol yang dicetak oleh Modric, namun perannya sebagai pengatur serangan tak terbantahkan — setiap serangan Milan berawal dari sentuhan dan keputusannya.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa masalah Milan bukan pada Modric, melainkan pada keseimbangan sistem. Ketika struktur tim mendukung, ia tetap menjadi aset tak tergantikan. Amorim berhasil menyesuaikan formasi agar keunggulan teknis Modric bisa dimaksimalkan, terutama saat menghadapi lawan yang menutup ruang. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga pemulihan kepercayaan terhadap sosok yang masih menjadi jantung permainan Rossoneri.















