Sumbawanews.com,- Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker, 19, mengungkapkan bahwa mimpi membela tim nasional lahir dari sebuah film yang ditontonnya saat duduk di kelas tujuh. Saat itu, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ia menyaksikan *Garuda di Dadaku*—kisah Bayu, anak kecil yang berjuang keras demi memakai jersey Garuda. Kini, mimpi itu menjadi kenyataan: Baker sudah mengenakan seragam tim nasional, dan bahkan menghubungi Emir Mahira, aktor yang memerankan Bayu, yang kemudian memposting, “Sekarang Bayu sedang menontonmu.”
Baker menegaskan, ikatannya dengan Indonesia bukanlah hal baru yang muncul setelah naturalisasi. Keluarganya memiliki akar keturunan Indonesia—kakek dan neneknya berasal dari Tanah Air—dan ia sudah rutin berkunjung ke Indonesia sejak usia dua bulan. Pengalaman masa kecil itu, termasuk tontonan film yang menginspirasi, membentuk identitasnya jauh sebelum ia dipanggil ke tim nasional.
Kini, perjalanan Baker dari penonton film di kelas Bahasa Indonesia menjadi pemain yang membela Indonesia di kancah internasional menjadi simbol nyata dari perjalanan panjang para diaspora yang menemukan jalan pulang melalui sepak bola.
Sementara itu, PSSI dikabarkan sedang mengalihkan fokus naturalisasi dari Belanda ke negara-negara dengan komunitas diaspora yang lebih besar, seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Australia, menyusul kendala regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi di Eropa Barat.















