Sumbawanews.com,- Mitchel Bakker resmi bergabung dengan NEC Nijmegen setelah meninggalkan Atalanta, sementara Mitchell Lee Baker dan Mathew Ryan Baker bersiap memperkuat Timnas Indonesia setelah masing-masing mencatatkan prestasi gemilang di level klub dan internasional. Pemain asal Belanda itu, yang lahir pada 20 Juni 2000, kini mengenakan nomor punggung 5 setelah menyelesaikan proses kepindahan di Nijmegen, sementara dua pemain muda keturunan Indonesia—Mitchell Baker (11 Desember 2006) dan Mathew Baker (13 Mei 2009)—sedang menapaki jalan karier mereka di kancah nasional setelah mendapat kewarganegaraan dan menunjukkan potensi luar biasa.
Mitchel Bakker, bek kiri berpengalaman di Eropa, telah tampil 45 kali bersama Paris Saint-Germain dan 70 kali untuk Bayer Leverkusen, dengan lima gol dan tujuh assist, sebelum bergabung dengan Atalanta pada 2023 dan dipinjamkan ke Lille pada 2024. Kini, ia kembali ke Belanda dengan status bebas transfer, setelah menjalani masa persiapan di Estepona, Spanyol, sebelum resmi bergabung dengan NEC Nijmegen.
Berbeda dengannya, Mitchell Lee Baker, striker berusia 19 tahun yang lahir di Melbourne dan memiliki garis keturunan dari Yogyakarta dan Semarang, resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026. Ia mencetak lima gol dalam kemenangan 9-2 Timnas Indonesia atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, menjadi pencetak gol terbanyak turnamen tersebut. Pemain yang menempuh pendidikan di Georgetown University ini sebelumnya bermain untuk Georgetown Hoyas, mencatatkan 14 gol dan tiga assist dalam 21 laga, serta pernah membela klub-klub USL League Two seperti Black Rock FC dan Vermont Green FC.
Sementara itu, Mathew Ryan Baker, bek muda kelahiran Melbourne pada 13 Mei 2009, memiliki latar belakang serupa—ibu berasal dari Jakarta, ayah warga Australia. Ia mengembangkan bakatnya di akademi Malvern City, Box Hill United, dan Melbourne City U-18. Meski belum mencatatkan gol di level internasional, ia menjadi bagian penting dari lini pertahanan Timnas Indonesia, berbeda dengan Mitchell Baker yang beroperasi di depan gawang.
Ketiganya, meski namanya serupa, memiliki perjalanan, posisi, dan masa depan yang jauh berbeda—seorang veteran Eropa, seorang striker berdarah Indonesia yang menembus tim nasional, dan seorang bek muda yang sedang berkembang di bawah naungan tim nasional.















