Sumbawanews.com,- Awal musim Liga Champions 2026-2027 menjadi malapetaka bagi wakil-wakil Italia. Keempat tim Serie A—Inter Milan, Napoli, AS Roma, dan Como 1907—hanya mengumpulkan empat poin dari dua laga pembuka, dengan Inter dan Napoli masih tanpa poin setelah dua kekalahan berturut-turut. Como menjadi satu-satunya harapan dengan tiga poin dari kemenangan 4-1 atas RB Leipzig, sementara Roma hanya mampu meraih satu poin. Analisis Gazzetta dello Sport menunjukkan bahwa untuk lolos otomatis ke babak 16 besar, tim harus mengumpulkan minimal 16 poin di fase grup—jumlah yang kini tampak mustahil dicapai dengan hanya 18 poin tersisa di tiga laga tersisa.
Rekor historis memperburuk situasi: dalam dua musim terakhir, hanya dua tim yang berhasil bangkit dari dua kekalahan awal untuk melaju ke babak play-off—AC Milan pada 2024-2025 dan Benfica pada 2025-2026. Kini, seluruh wakil Italia berada di ambang kegagalan besar, dengan peluang lolos ke delapan besar nyaris lenyap. Tantangan semakin berat di matchday ketiga, di mana Napoli harus menghadapi Bodo/Glimt di kandang, Roma melawan Slovan Bratislava, Como menghadapi Manchester United, dan Inter Milan wajib menang melawan Shakhtar Donetsk untuk menghindari eliminasi dini. Tanpa kemenangan mutlak di laga-laga mendatang, ekspektasi Italia di panggung Eropa akan semakin suram.















