Sumbawanews.com,- Michael Carrick masih memimpin Manchester United menjamu Bournemouth pada Minggu, meski masa depannya sebagai pelatih kepala klub belum mendapat kepastian. Di tengah spekulasi pergantian manajer, Eddie Howe muncul sebagai kandidat utama yang didukung oleh direktur sepak bola Jason Wilcox, dengan kemungkinan besar mendapat persetujuan dari pemilik klub Sir Jim Ratcliffe. Sementara itu, Christopher Vivell, kepala perekrutan MU, disebut lebih menginginkan Julian Nagelsmann, menciptakan perbedaan pandangan internal di jajaran manajemen. Meski Antonio Conte, Fabian Hurzeler, dan Unai Emery juga masuk daftar pertimbangan, Howe unggul karena pengalaman langsungnya di Premier League, terutama setelah membawa Newcastle United ke posisi keenam pada musim ini.
Howe, yang menangani Newcastle sejak 2021, dinilai memiliki reputasi kuat dalam membangun tim melalui transfer strategis dan taktik yang efektif. Di bawah kepemimpinannya, The Magpies mencatat 14 poin dari sembilan laga, menjadi salah satu tim paling konsisten di liga. Kepemimpinannya di Inggris menjadi nilai tambah yang dianggap Wilcox lebih relevan dibandingkan kandidat asing seperti Nagelsmann, yang meski dihormati, belum pernah melatih di Premier League.
Sir Jim Ratcliffe, yang memiliki kendali penuh atas kebijakan sepak bola MU, diyakini lebih sejalan dengan visi Wilcox daripada Vivell. Laporan dari The Guardian dan talkSPORT menyebut bahwa pilihan Howe bukan sekadar opini, melainkan arah strategis yang mulai menguat di belakang layar. Namun, hingga laporan ini dibuat, Manchester United belum mengumumkan keputusan resmi tentang pergantian pelatih.
Carrick tetap menjalankan tugasnya sebagai manajer sementara, dengan laga melawan Bournemouth menjadi ujian terakhir sebelum keputusan besar diambil. Jika MU memutuskan untuk mengganti pelatih, Howe menjadi nama yang paling mungkin menggantikannya—bukan karena popularitas, tapi karena keselarasan visi dengan pihak yang memegang kendali nyata di klub.















