Sumbawanews.com,- Kylian Mbappe menjadi pusat kontroversi setelah terlihat bersepeda di Pegunungan Alpen, Swiss, selama masa pemulihan cedera lutut kiri, yang memicu ketidakpuasan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Aktivitas itu memicu kritik karena bertentangan dengan prinsip ketat Mourinho terhadap larangan bagi pemain profesional untuk melakukan olahraga berisiko tinggi, termasuk bersepeda, demi mencegah cedera lebih parah. Mourinho, yang sebelumnya menegaskan bahwa seorang pemain harus menjaga kebugaran 24 jam sehari, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap cara Mbappe menjalani masa pemulihan, termasuk kedatangannya yang terlambat ke latihan pada Senin setelah jeda internasional. Polemik ini muncul di tengah laporan bahwa suasana ruang ganti Real Madrid masih dingin, dengan dua pemain tim utama dikabarkan terlibat adu fisik—meski Mbappe tidak disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Mourinho secara konsisten menekankan bahwa setiap tindakan pribadi pemain—mulai dari pola makan, tidur, hingga aktivitas rekreasi—berdampak langsung pada performa di lapangan. Ia pernah menegaskan bahwa bersepeda bisa berujung pada patah kaki atau absen selama beberapa pertandingan, sehingga tidak bisa dianggap sepele. Mbappe sendiri sebelumnya meninggalkan pemusatan latihan Timnas Prancis setelah mengalami cedera saat menghadapi Turki pada jeda internasional, lalu terlihat di klub malam di Paris bersama pasangannya, Ester Exposito, sebelum membagikan video bersepedanya di Alpen. Meski belum ada konfirmasi bahwa aktivitas tersebut memperburuk cedera, persepsi publik dan internal klub mulai mempertanyakan komitmen Mbappe terhadap disiplin tim.
Sementara itu, jurnalis Cadena SER, Anton Meana, menyatakan bahwa ketegangan di ruang ganti Los Blancos belum juga mereda, bahkan setelah lima bulan berlalu. Ia menilai kombinasi antara polemik Mbappe dan suasana yang dingin di kantor klub membuat Real Madrid tidak dalam posisi ideal menghadapi agenda penting di bulan Oktober. Laporan ini berasal dari sumber media dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh manajemen Real Madrid. Kini, seluruh perhatian tertuju pada perkembangan pemulihan Mbappe—dan apakah ia akan mampu menyeimbangkan kehidupan pribadinya dengan tuntutan profesional di bawah asuhan Mourinho, yang tak pernah kompromi terhadap disiplin.















