Home Berita Olah Raga Mbappe Di Tengah Badai Kritik, Real Madrid Tanpa Trofi Ketiga

Mbappe Di Tengah Badai Kritik, Real Madrid Tanpa Trofi Ketiga

Sumbawanews.com,- Kylian Mbappe menjadi sorotan tajam setelah Real Madrid kalah 2-1 dari Atletico Madrid dalam laga derby Madrid yang berlangsung pada 15 Oktober 2026. Meski bukan pemain terburuk di lapangan, performanya dinilai tak memberi dampak signifikan saat tim membutuhkan kepemimpinan, sementara Jude Bellingham justru mendapat pujian atas kerja keras dan agresivitasnya. Kekalahan ini memperdalam kekhawatiran fans terhadap kontribusi Mbappe di tengah potensi Real Madrid melewati musim ketiga tanpa trofi.

Mbappe gagal mencetak gol dalam laga penting tersebut dan dinilai tampak frustrasi di area penalti, tanpa menunjukkan energi seorang pemimpin yang mampu mengangkat tim di bawah tekanan. Perbandingan dengan Bellingham semakin memperkuat kritik, karena gelandang asal Inggris itu dianggap lebih mencerminkan semangat juang yang diharapkan dari pemain bintang Real Madrid. Sikap Mbappe di lapangan—baik dalam hal pressing, bertahan, maupun konsistensi pergerakan—kini jadi bahan evaluasi keras dari suporter.

Masalah semakin memanas setelah Mbappe menggelar tiga wawancara dalam dua hari pasca-kekalahan, di mana ia kembali menyebut Ballon d’Or. Meski ia menegaskan penghargaan individu bukan obsesinya, frekuensi pembicaraan itu dianggap tidak tepat di tengah krisis trofi klub. Fans mempertanyakan apakah Mbappe seharusnya lebih banyak berbicara lewat performa, bukan kata-kata. Contoh Ousmane Dembele dan Karim Benzema kerap disebut sebagai pemain Prancis yang meraih penghargaan individu karena kontribusi besar terhadap keberhasilan tim, bukan sebaliknya.

Real Madrid kini menghadapi tekanan besar: apakah Mbappe bisa menjadi mesin pencetak gol sekaligus pemimpin di lapangan, atau ia akan terus menjadi simbol ketidaksesuaian antara bakat individu dan kebutuhan tim. Dengan dua musim tanpa gelar dan musim ketiga yang masih berjalan, harapan fans tak lagi sekadar menuntut gol—tapi kepemimpinan, kerja keras, dan keselarasan dengan identitas klub.

Previous articleTimnas Voli Putra Indonesia Siap Hadapi Ujian Berat di Asian Games 2026
Next articleIndonesia Hadapi Dua Dunia Berbeda di FIFA ASEAN Cup 2026