Sumbawanews.com,- Marc Marquez harus pasrah menyaksikan balapan MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island dibatalkan pada hari Minggu akibat cuaca buruk, mengakhiri era balap motor kelas premier di sirkuit ikonik itu tanpa penutup yang layak. Hujan deras dan kabut tebal membuat helikopter medis tidak bisa terbang, melanggar protokol keselamatan wajib karena rumah sakit terdekat berjarak 60 menit dengan udara—jauh di atas batas 45 menit yang diizinkan melalui darat. Marquez, yang memimpin klasemen dengan 365 poin dan hanya unggul 10 angka dari rivalnya Jorge Martin, mengaku sedih melihat fans di Phillip Island kehilangan momen perpisahan yang seharusnya bersejarah. “Ya tentu saya merasakan kesedihan semua penggemar di Phillip Island, karena Phillip Island tidak seharusnya mengalami pembatalan pada balapan terakhirnya,” ujar Marquez dalam wawancara pasca-pembatalan, menambahkan bahwa keputusan itu bisa diterima karena alasan keamanan. Direktur Balap MotoGP, Graham Webb, menegaskan bahwa operasi helikopter medis adalah syarat mutlak di Phillip Island, mengingat akses darat yang terbatas, berbeda dengan sirkuit lain yang bisa memenuhi standar evakuasi dalam waktu 45 menit. Balapan yang seharusnya menjadi penutup epik bagi Phillip Island pun berakhir tanpa starter menyala, meninggalkan para penggemar dan pembalap dengan rasa kehilangan yang mendalam.















