Sumbawanews.com,- Roberto Mancini kembali memimpin Timnas Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, menghadapi tekanan besar untuk membangun kembali identitas Gli Azzurri. Debut keduanya berlangsung buruk dengan kekalahan 0-2 dari Belgia di Stadion Olimpico, namun ia langsung merespons dengan kemenangan telak 4-1 atas Turki, di mana Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Francesco Pio Esposito mencetak gol, sementara Barış Alper Yılmaz membalas untuk tuan rumah. Italia kemudian bermain imbang 1-1 melawan Prancis sebelum menang lagi 3-1 atas Turki dalam empat laga UEFA Nations League 2026/2027, dengan catatan dua menang, satu imbang, dan satu kalah.
Kemenangan atas Turki bukan sekadar mengumpulkan poin, tetapi juga menjadi bukti keberanian Mancini dalam memperkenalkan pemain muda seperti Kayode dan Pio Esposito ke jantung tim. Meski performa belum konsisten, keberanian melakukan sembilan pergantian pemain dalam satu laga menunjukkan upaya membangun fondasi jangka panjang. Mancini menekankan bahwa perkembangan tim secara keseluruhan lebih penting daripada hasil individu, meski tantangan tetap besar setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Pemain-pemain baru seperti Michael Kayode, Alessandro Romano, Giorgio Scalvini, dan Issa Doumbia kini menjadi kunci masa depan tim, bersama para veteran yang masih bertahan.
Mancini menyadari Turki bukan lawan lemah, meski sering kalah, dan ia mengakui kehilangan kelancaran permainan akibat rotasi besar. Namun, dengan hasil yang mulai menunjukkan progres, tekanan perlahan berubah menjadi harapan—bahwa Gli Azzurri bisa bangkit bukan hanya dari hasil, tapi dari identitas baru yang sedang dibangun.















