Sumbawanews.com,- Manchester United kini terperosok ke zona degradasi Liga Inggris, mencatatkan pencapaian terburuk dalam empat dekade terakhir, menyusul kemenangan 3-1 Nottingham Forest atas Manchester City pada Sabtu (7/11). Hasil itu menggeser Nottingham Forest ke peringkat ke-16 dengan sembilan poin, sekaligus menjatuhkan Man Utd ke posisi terendah sejak 1986—terakhir kali mereka berada di zona merah saat kompetisi masih bernama Divisi 1. Kini, The Red Devils hanya bisa berharap pada kemenangan atas Aston Villa pada Minggu (8/11) pukul 23.30 WIB untuk keluar dari jurang degradasi.
Sudah tujuh laga berturut-turut Manchester United gagal meraih kemenangan di Premier League musim ini. Meski sempat menang atas AS Roma di Liga Champions, hasil itu tak mampu mengangkat moral tim yang kini dilanda krisis kekuatan. Pelatih Michael Carrick harus menghadapi kondisi skuad yang kian rapuh akibat cedera panjang. Luke Shaw dan Patrick Dorgu absen sebagai bek kiri, sehingga Diogo Dalot diprediksi akan menjadi satu-satunya pilihan di posisi itu. Di lini tengah, Carlos Baleba dan Manuel Ugarte juga tak bisa tampil, memaksa Carrick mengandalkan duet Youri Tielemans dan Kobie Mainoo sebagai tulang punggung pertahanan dan serangan.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 1986, Man Utd sempat berada di peringkat ke-21 pekan ke-15 Divisi 1, namun berhasil selamat dari degradasi. Kini, tantangan jauh lebih berat: tim yang dulu mendominasi Eropa harus berjuang untuk bertahan di papan atas, bukan lagi untuk meraih gelar. Dengan tujuh kekalahan dalam sembilan laga, tekanan semakin menggila, dan setiap detik di lapangan menjadi penentu nasib musim ini.















