Sumbawanews.com,- Manajemen Manchester United memutuskan mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih kepala menjelang laga krusial melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu, 31 Oktober 2026, meski tim berada dalam runtutan delapan pertandingan tanpa kemenangan. Keputusan ini diambil setelah rapat darurat dua hari berturut-turut oleh jajaran direksi, yang mempertimbangkan sejumlah kandidat pengganti, termasuk Fabian Hurzeler, Eddie Howe, dan Julian Nagelsmann, namun terkendala oleh penolakan dan biaya kompensasi yang tinggi. Setan Merah baru meraih dua kemenangan dari 12 laga di semua kompetisi musim ini, dengan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford akhir pekan lalu memperdalam krisis kepercayaan.
Meski sempat menjadi sorotan setelah Carrick melambaikan tangan ke tribun Stretford End usai laga kontra Bournemouth—dianggap sebagian pihak sebagai sinyal perpisahan—manajemen justru memilih untuk memberinya kesempatan lebih lanjut. Dukungan kuat dari suporter dan upaya taktisnya, termasuk pencadangan kapten Bruno Fernandes, menjadi pertimbangan penting. Namun, tekanan tetap tinggi: laga melawan Chelsea menjadi ujian pertama dari rangkaian pertandingan berat yang mencakup lawatan ke Roma di Liga Champions, Aston Villa, hingga Anfield melawan Liverpool setelah jeda internasional.
Sumber internal di Carrington menyatakan, seluruh fokus klub kini tertuju pada persiapan menghadapi Chelsea, dengan harapan tim bisa menunjukkan kebangkitan di atas lapangan. Jika hasil buruk berlanjut, evaluasi ulang posisi Carrick dipastikan akan segera dilakukan. Untuk saat ini, ia masih memiliki kesempatan—tapi waktu semakin sempit.















