Home Berita Olah Raga Manchester United Mulai Musim dengan Tekanan Berat, Carrick Tetap Optimistis

Manchester United Mulai Musim dengan Tekanan Berat, Carrick Tetap Optimistis

Sumbawanews.com,- Michael Carrick mengakui Manchester United memulai musim 2026/2027 dengan hasil jauh dari harapan, setelah hanya mengumpulkan enam poin dari enam laga Premier League, rekor terburuk sejak 1986/1987. Meski demikian, pelatih asal Inggris itu tetap yakin timnya bisa bangkit menjelang laga tandang melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, dalam lanjutan fase grup Liga Champions. Setan Merah sebelumnya menang telak 4-0 atas Sabah FK di laga pembuka kompetisi Eropa, namun performa di domestik terus mengecewakan.

Carrick, yang menangani tim sejak Januari menggantikan Ruben Amorim, tidak menutupi kekecewaannya atas konsistensi defensif yang masih rapuh. Ia menilai tiga gol terakhir yang kebobolan sebenarnya bisa dihindari jika keputusan para pemain lebih tepat. Namun, ia menekankan bahwa tekanan bukan alasan untuk menyerah, melainkan bagian dari proses panjang membangun tim yang tangguh. Ia mengingatkan bahwa bahkan klub besar seperti Atletico Madrid pernah melewati masa-masa suram meski pernah meraih kesuksesan besar.

Kabar baik datang dari kembalinya Matthijs de Ligt ke dalam skuad setelah absen lama akibat cedera punggung, yang diharapkan bisa memperkuat lini belakang dalam pertandingan krusial melawan Los Colchoneros. Carrick menegaskan, “Kami mengharapkan hasil yang jauh lebih baik. Saya tahu akan ada periode ketika situasi menjadi lebih sulit, dan itu merupakan bagian dari perjalanan.” Ia juga menyoroti bahwa Atletico Madrid pernah mengalami masa serupa, sehingga bukan hal baru bagi tim-tim top untuk bangkit dari keterpurukan.

Dengan laga melawan Atletico Madrid yang menjadi penentu arah kualifikasi, Carrick meminta seluruh pemain fokus memperbaiki kesalahan, bukan terjebak dalam tekanan publik. Manchester United masih memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak berikutnya, asalkan mampu mengubah pola permainan dan kembali menunjukkan identitas mereka sebagai salah satu tim paling bersejarah di Eropa.

Previous articleSamsung Galaxy A16 5G Jadi Pilihan Terbaik di Bawah Rp 4 Juta pada 2026
Next articleIndonesia Buka Denmark Open 2026 dengan Ujian Berat di Babak Pertama