Sumbawanews.com,- Di tengah performa buruk Manchester United di awal musim Premier League, masa depan pelatih sementara Michael Carrick semakin dipertanyakan. Tim asuhan Carrick hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga pertama, catatan terburuk mereka sejak 1986. Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road, dengan gol Bryan Mbeumo untuk MU dan penyama kedudukan Dominic Calvert-Lewin untuk Leeds, semakin memperdalam tekanan. Sementara itu, Antonio Conte—mantan pelatih Chelsea dan Tottenham—muncul sebagai kandidat utama pengganti Carrick, sekaligus menjadi incaran Juventus yang sedang mengalami krisis di Serie A.
Juventus, yang kini berada di peringkat delapan klasemen dengan 11 poin dari tujuh laga, baru saja kalah 0-3 dari Lazio di Allianz Stadium. Kekalahan itu memicu protes suporter yang meneriakkan nama Conte, yang pernah membela Bianconeri sebagai pemain selama lebih dari 400 pertandingan, meraih lima gelar Serie A, dan juara Liga Champions 1995/1996. Jurnalis Italia Daniele Fisichella menyebut Conte memiliki ikatan emosional mendalam dengan Juventus, sehingga klub asal Turin itu menjadi pilihan utama jika ia memutuskan kembali ke dunia kepelatihan. Namun, faktor keluarga dan ambisi meraih Liga Champions membuat MU tetap menjadi opsi serius. Fisichella menilai, tantangan membangun kembali kejayaan Manchester United bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Conte, terlepas dari sejarah panjangnya bersama Juventus.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari kedua klub. Manchester United belum mengumumkan rencana memecat Carrick, sementara Juventus juga belum mengambil langkah konkret untuk mengembalikan Conte sebagai pelatih. Persaingan antara Old Trafford dan Allianz Stadium untuk merekrut sang arsitek taktis kelas dunia kini menjadi salah satu cerita terpanas di pasar kepelatihan Eropa.















