Sumbawanews.com,- Manchester United dikabarkan semakin dekat menjajaki kesepakatan dengan Antonio Conte untuk menggantikan Michael Carrick sebagai pelatih utama, menyusul awal musim 2026/2027 yang suram di Premier League. Tim berjuluk Setan Merah hanya meraih satu kemenangan dari enam laga pembuka dan terpuruk di peringkat ke-13 klasemen—catatan terburuk dalam empat dekade terakhir. Conte, yang kini tanpa klub setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim 2025/2026, menjadi calon utama mengingat rekam jejaknya membawa Chelsea dan Tottenham bersaing di papan atas, serta sukses memenangi Serie A bersama Napoli pada 2024/2025. Pelatih berusia 57 tahun itu secara terbuka menyatakan keinginannya kembali melatih klub bersejarah dengan ambisi gelar, dalam wawancara eksklusif dengan The Athletic pada 5 Oktober 2026.
Conte dikenal sebagai pelatih taktis tegas yang mampu menghidupkan kembali tim-tim besar. Selain Chelsea dan Tottenham, ia pernah menangani Juventus dan Inter Milan, membawa masing-masing tim meraih trofi domestik. Kembalinya ia ke Premier League akan menjadi langkah besar, mengingat ia sebelumnya sukses membawa Chelsea meraih gelar liga pada 2016/2017. Sementara itu, Carrick—mantan kapten Manchester United yang sempat membawa tim kembali ke Liga Champions sebagai pelatih interim—kini menghadapi tekanan besar akibat performa tim yang anjlok. Meski spekulasi tentang kehadiran Conte semakin kuat, Manchester United belum mengumumkan keputusan resmi apa pun hingga kini.
Dalam wawancaranya, Conte menekankan bahwa mengelola klub dengan sejarah prestasi bukan sekadar soal reputasi, tapi tanggung jawab untuk membangkitkan ambisi juara. “Jika Anda pergi ke klub yang sejarahnya berbicara dengan sendirinya—sejarah yang dibangun dari trofi, gelar liga, dan kemenangan—Anda hanya bisa menghormati sejarah itu dengan satu cara, yakni memiliki ambisi untuk membawa klub tersebut kembali bersaing jika saat ini mereka belum berada di posisi itu,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi semacam sinyal kuat bahwa ia siap menerima tantangan besar, dan Manchester United—dengan segala beban sejarahnya—mungkin menjadi tujuan idealnya.















