Sumbawanews.com,- Manchester City terancam dihukum berat oleh Premier League setelah dinyatakan bersalah melakukan 115 pelanggaran terkait pemalsuan dokumen keuangan antara 2009 dan 2018. Keputusan resmi diumumkan pada September 2026, meski klub membantah semua tuduhan. Hukuman yang mungkin dijatuhkan mencakup pengurangan poin, larangan transfer, hingga degradasi ke Liga Nasional—tingkat terendah dalam sistem sepak bola Inggris. Ancaman ini memicu kemarahan klub-klub lain di Premier League yang menuntut keadilan dan transparansi.
Klub-klub pesaing menilai bahwa sanksi ringan akan merusak integritas kompetisi, terutama karena City masih menyandang gelar juara Liga Inggris 2023/2024 usai mengalahkan West Ham United pada 19 Mei 2024 di Etihad Stadium. Namun, tekanan politik dari Uni Emirat Arab (UEA) menjadi faktor penentu. Pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan, bersama Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan, dikabarkan telah melobi Perdana Menteri Britania Raya Andy Burnham, mengancam akan memutus kerja sama strategis antara UEA dan Inggris jika hukuman terlalu berat.
Kemungkinan degradasi City akan memaksa klub untuk melepas sejumlah pemain bintang dan menyusun ulang struktur gaji demi menyesuaikan diri dengan batas keuangan di liga lebih rendah. Bahkan, klub-klub di Championship, League One, dan League Two disebut siap menolak kehadiran City jika terdegradasi. Di sisi lain, sejumlah tim Premier League mendesak agar kepemilikan asing dari Abu Dhabi dikeluarkan dari kompetisi sepak bola Inggris, menilai bahwa kepentingan politik dan ekonomi tidak boleh mengalahkan aturan olahraga.
Namun, prediksi terkuat menunjukkan bahwa tekanan diplomatik dari UEA—yang menjadi mitra ekonomi dan militer penting bagi Inggris—kemungkinan besar akan mengurangi berat hukuman. Komite Independen Premier League kini berada di tengah tekanan ganda: antara menegakkan aturan dan menghindari krisis hubungan internasional. Klub-klub lain terus mendesak keputusan segera, tetapi hingga kini, belum ada kepastian hukuman yang dijatuhkan.















