Sumbawanews.com,- Komisi Independen Liga Inggris menyatakan Manchester City bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran peraturan keuangan yang terjadi antara musim 2009-2010 hingga 2017-2018. Klub asal Manchester itu ditemukan melakukan skema pendanaan terselubung melalui kontrak palsu dengan mitra komersial, yang secara artifisial meningkatkan pendapatan hingga 830 juta poundsterling. Meski telah mengajukan banding dan tetap membantah tuduhan tersebut, putusan ini tidak berdampak langsung terhadap Palermo, klub Italia yang dimiliki oleh City Football Group (CFG).
Meski berada di bawah naungan yang sama, Palermo dianggap sebagai entitas hukum terpisah di bawah federasi sepak bola Italia. Laporan Football Italia menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh otoritas Inggris tidak otomatis berlaku di Serie B, di mana Palermo kini memimpin klasemen sementara dengan 13 poin dari lima laga di bawah pelatih Filippo Inzaghi.
Namun, secara tidak langsung, keberlanjutan dukungan finansial CFG tetap menjadi tulang punggung masa depan Rosanero. CFG menjamin anggaran promosi musim ini setara dengan tahun sebelumnya, sekaligus mendanai lebih dari separuh biaya renovasi Stadion Renzo Barbera senilai lebih dari 300 juta euro—proyek strategis yang menjadi kunci upaya Palermo dan pemerintah lokal untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2032.
Sementara itu, UEFA diketahui terus memantau perkembangan kasus ini, meski belum mengumumkan langkah hukum apa pun terhadap klub-klub terkait CFG. Untuk saat ini, Palermo tetap fokus pada misi promosi, sambil menunggu kepastian hukum dari Inggris yang masih dalam proses banding.















