Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan bertemu Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta—pertandingan yang bisa mengakhiri dahaga gelar juara selama 35 tahun sejak 1991. Ini bukan sekadar laga final, tapi momen psikologis bagi bangsa yang terus menanti kemenangan besar di level regional. Sejak 1991, Indonesia enam kali gagal juara di final Piala AFF dan sekali gagal di SEA Games, semua berakhir dengan kekecewaan. Empat dari enam final itu berlangsung di GBK, tempat histeria suporter selalu berubah jadi melankolia. Kini, dengan turnamen baru yang diresmikan para pemimpin ASEAN dan Gianni Infantino melalui MoU pada 2025, harapan kembali menyala. Pelatih John Herdman menghadapi ujian berat: menghadapi Thailand, sang “Raja ASEAN”, yang memiliki soliditas tim selama lebih dari enam tahun lewat pemain kunci seperti Supachok Sarachat, Sarach Yooyen, Chanathip Songkrasin, dan Supachai Chaided. Meski skuad Indonesia dianggap lebih mentereng secara latar belakang, Thailand tampil bugar dan penuh ambisi setelah menyimpan tenaga di laga sebelumnya. Di sisi lain, Tim Merah Putih menunjukkan tanda kebangkitan saat menang 2-0 atas Bangladesh dalam tempo dua menit, menghadirkan gairah yang belum terlihat sejak kekalahan imbang 0-0 melawan Malaysia dengan 10 pemain. Kritik suporter yang menggema—termasuk teriakan nama Shin Tae Yong—tak menggambarkan ketidaksukaan, tapi keinginan kuat untuk menang. Sekarang, semua mata tertuju pada Senin malam: apakah Kevin Diks dan kawan-kawan mampu mengubah melankolia menjadi extravaganza, atau sejarah akan kembali menulis kegagalan?















