Sumbawanews.com,- Liverpool kalah 0-1 dari Arsenal di Stadion Anfield, Minggu (1/11), setelah Kai Havertz mencetak gol tunggal lewat sontekan di menit ke-16. Kekalahan ini memicu protes keras dari pelatih Andoni Iraola dan kapten Virgil van Dijk, yang menilai ada pelanggaran jelas yang tidak dihukum wasit.
Insiden krusial terjadi beberapa menit setelah gol Arsenal, ketika striker Alexander Isak mendapat peluang emas menyambut umpan silang dari Bradley Barcola. Isak berusaha menyundul bola di depan gawang, tetapi gagal menjangkau karena jersey-nya ditarik oleh bek Arsenal, Jurrien Timber. Wasit tidak memberikan penalti, dan VAR juga tidak digunakan untuk meninjau insiden tersebut.
Iraola tegas menyatakan bahwa tindakan Timber jelas melanggar aturan. “Dia hendak menyundul bola di depan gawang, tetapi mereka menariknya, bahkan jerseynya terlihat jelas ditarik,” ujarnya. Ia menyesalkan keputusan wasit yang mengabaikan pelanggaran karena Isak tidak jatuh ke tanah. “Seharusnya itu bukan alasan untuk tidak memberikan penalti,” tegasnya. Iraola bahkan mengkritik tren dalam permainan modern di mana pemain terpaksa berpura-pura jatuh agar wasit memperhatikan pelanggaran.
Van Dijk mendukung pandangan pelatihnya. “Menurut saya, itu jelas penalti. Saya sudah melihat tayangan ulangnya dan pernah menyaksikan insiden serupa berujung penalti,” katanya. Ia menyoroti ketersediaan 50 kamera yang menangkap kejadian itu secara jelas, namun keputusan tetap tidak berubah. “Pada akhirnya penalti tidak diberikan dan sayangnya kami kalah dalam pertandingan ini. Jadi, selamat untuk Arsenal,” ucapnya.
Kekalahan ini membuat Liverpool melorot ke posisi kelima klasemen Liga Inggris dengan 15 poin, tertinggal sembilan poin dari Arsenal yang kini memimpin klasemen dengan 24 poin.















