Home Berita Olah Raga Lisandro Martinez Dianggap Selesai di MU Usai Kartu Merah Lawan Chelsea

Lisandro Martinez Dianggap Selesai di MU Usai Kartu Merah Lawan Chelsea

Sumbawanews.com,- Manchester United kembali mengalami kekalahan memalukan, kali ini 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB, dengan Lisandro Martinez menjadi pusat kritik setelah menerima kartu merah. Pemain Argentina itu gagal menghentikan gerakan Morgan Rogers yang membuka skor bagi tuan rumah pada menit ke-50, lalu mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Wesley Fofana dalam situasi bola mati, yang berujung pada penalti yang dikonversi Cole Palmer. Kekalahan ini memperpanjang rentetan tanpa kemenangan United menjadi sembilan pertandingan berturut-turut, sekaligus mengancam posisi mereka di zona degradasi Premier League 2026/2027.

Legenda Chelsea Joe Cole, yang menjadi komentator di TNT Sports, secara tegas menyatakan bahwa masa depan Martinez di Old Trafford telah berakhir. “Seperti apa pun bentuk Manchester United berikutnya, saya pikir masa Lisandro Martinez di klub ini sudah berakhir,” ujar Cole. Ia mengakui bahwa Martinez pernah menunjukkan kualitas tinggi bersama Timnas Argentina, tetapi menilai bahwa kesalahan berulang di level klub—terutama dalam momen krusial seperti ini—tidak bisa lagi diabaikan. Cole menyoroti bagaimana Martinez kalah dalam duel fisik melawan Fofana di kotak penalti, kehilangan kendali emosional, dan berada di posisi yang salah, sehingga memicu pelanggaran yang berujung penalti.

Kartu merah Martinez menjadi momen puncak dari performa buruknya sepanjang laga. Ini bukan kali pertama ia menjadi sorotan negatif; sebelumnya, pada April 2026, ia juga menerima kartu merah saat melawan Leeds United di Old Trafford. Kritik Cole bukan sekadar emosional, tapi berbasis pola perilaku yang terus berulang—kesalahan defensif, kurangnya kontrol, dan keputusan buruk di momen menentukan. Dengan United yang terus merosot di klasemen, tekanan untuk merevisi susunan pertahanan kini semakin kuat, dan nama Martinez menjadi yang paling rentan untuk dikeluarkan dari rencana jangka panjang klub.

Sementara itu, Chelsea meraih kemenangan penting yang memperkuat posisi mereka di papan atas, sementara Setan Merah terus terperosok dalam krisis kepercayaan dan performa.

Previous articleMunas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus
Next articleDean James Gagal Selamatkan Go Ahead Eagles dari Kekalahan Telak 0-4 Lawan Cambuur