Sumbawanews.com,- Liga Putri Indonesia 2026-2027 resmi dibuka di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada Minggu, 18 Oktober 2026 malam WIB. Kompetisi yang diikuti oleh enam tim—Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City—menjadi panggung baru bagi talenta-talenta putri Indonesia untuk bersaing dan memperkuat Timnas Garuda Pertiwi. Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan optimisme bahwa liga ini akan menjadi pilar utama dalam membangun sepak bola wanita berkelanjutan di Tanah Air. Turnamen yang berlangsung selama 15 pekan dengan 45 pertandingan ini dijadwalkan berakhir pada Januari 2027.
Erick Thohir menekankan bahwa kompetisi ini dirancang untuk menjangkau pemain-pemain yang selama ini terlewat oleh sistem pemantauan. “Banyak pemain yang baru yang selama ini tidak terpantau, hari ini banyak yang muncul. Saya rasa inilah yang kita harapkan bahwa liga ini memberikan makin banyak pemain untuk sumbangsih tim nasional,” ujarnya usai pembukaan. Ia pun menegaskan bahwa target jangka panjang PSSI bukan sekadar meningkatkan performa di level Asia Tenggara, tetapi juga mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia Wanita. “Siapa tahu juara Asia Tenggara dulu. Siapa tahu lolos Piala Dunia. Kan itu targetnya. Boleh dong mimpi? Kerja kerasnya kita mulai,” tambahnya.
Pekan pertama menyajikan tiga laga seru. Persita menang tipis 1-0 atas Garudayaksa, Dewa United Banten FC mengalahkan Persikad dengan skor 1-0, sementara laga antara Persija Jakarta dan FC Bekasi City berakhir imbang 1-1. Erick meminta dukungan penuh dari publik sepak bola Indonesia untuk hadir langsung menonton setiap laga. “Ayo yang selama ini teriak-teriak ‘Mana liganya?’, ayo datang, nonton dong sekarang! Kita sudah kasih yang terbaik,” serunya.
Liga Putri Indonesia 2026-2027 juga mengizinkan setiap tim merekrut hingga empat pemain asing, menandai langkah strategis PSSI dalam meningkatkan kualitas kompetisi. Dengan format yang terstruktur dan komitmen kuat dari pengelola, kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi kebangkitan sepak bola wanita Indonesia di kancah internasional.















